Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bantah Korban MBG Hilang Ingatan 70 Persen, Dinkes Sumut Klaim Kondisi Sudah Normal

        Bantah Korban MBG Hilang Ingatan 70 Persen, Dinkes Sumut Klaim Kondisi Sudah Normal Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
        Warta Ekonomi, Sumatera Utara -

        Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) memastikan Febiola, salah satu korban dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, telah dalam kondisi normal secara medis.

        Kepala Dinkes Sumut HM Faisal Hasrimy mengatakan kepastian tersebut berdasarkan pemeriksaan di RS Haji Medan dan RSUP H Adam Malik, termasuk pemeriksaan EEG dan asesmen psikiatri.

        “Meski secara medis dinyatakan normal, saya mengatakan penanganan Febiola saat ini lebih difokuskan pada pemulihan psikologis karena masih mengalami trauma pascakejadian. Dinkes Sumut telah melibatkan tim perlindungan anak dan psikolog untuk mendampingi proses pemulihan, sementara Febiola telah kembali bersekolah dan tetap menjalani kontrol rutin di rumah sakit,” katanya, Kamis (11/9/2026).

        Faisal juga membantah informasi yang menyebut Febiola mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen. Menurut dia, hasil asesmen menunjukkan kondisi medis Febiola telah normal seperti anak-anak pada umumnya.

        “Yang benar, hasil asesmen kami menunjukkan Febiola sudah normal seperti anak-anak pada umumnya. Yang masih kami tangani adalah traumanya,” tegas Faisal.

        Di sisi lain, Dinkes Sumut menegaskan aspek kesehatan dan sanitasi menjadi bagian penting dalam evaluasi penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG.

        Pengawasan dilakukan antara lain melalui rekomendasi sertifikasi Sanitasi Laik Higiene (SLHS) serta evaluasi kesehatan lingkungan. Dinkes Sumut memiliki kewenangan untuk memastikan aspek higiene dan sanitasi SPPG memenuhi ketentuan kesehatan.

        Faisal mengatakan pengawasan tersebut diperlukan untuk mendukung keamanan makanan yang disiapkan dan didistribusikan kepada penerima manfaat program MBG.

        Evaluasi kesehatan terhadap SPPG juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penanganan apabila terjadi persoalan kesehatan yang berkaitan dengan penyediaan makanan dalam program tersebut.

        “Langkah tersebut diperlukan untuk mendukung keamanan makanan yang disiapkan dan didistribusikan kepada penerima manfaat program MBG,” katanya.

        Baca Juga: MBG Adalah Kunci, Tiap Keteledoran Dapur Risikonya Adalah Kehancuran Nama Baik Prabowo

        Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Karo Makin Serius, Keluarga Korban Laporkan BGN hingga SPPG

        Baca Juga: OJK dan Pemkab Karo Perkuat Budaya Menabung Pelajar

        Dalam penanganan korban, Dinkes Sumut berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk dalam aspek pembiayaan penanganan.

        “Untuk penanganan korban, Dinkes Sumut berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk dalam aspek pembiayaan penanganan,” ujarnya.

        Pengawasan terhadap aspek higiene dan sanitasi SPPG menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan layanan MBG, terutama untuk memastikan makanan yang diproduksi dan didistribusikan memenuhi ketentuan kesehatan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Khairunnisak Lubis
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: