- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Bahlil Tegaskan Kedaulatan Energi RI Tak Boleh Diintervensi, Minyak Rusia Mulai Dibeli
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan Indonesia mencari sumber minyak dari berbagai negara merupakan bagian dari kepentingan nasional. Ia memastikan keputusan tersebut tidak boleh diintervensi pihak mana pun karena Indonesia memiliki prinsip politik luar negeri bebas aktif.
"Bayangkan, orang dunia lagi susah, kita masih memilih-milih. Saya lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan lain, apalagi kedaulatan bangsa kita tidak boleh diintervensi oleh siapa pun. Karena kita menganut mazhab politik bebas aktif," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Pernyataan Bahlil tersebut muncul bersamaan dengan perkembangan pembelian minyak dari Rusia. Pemerintah memastikan proses pembelian untuk tahap kedua sudah mulai berjalan.
"Sudah, sudah mulai jalan ya," ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, kondisi geopolitik global membuat pemerintah harus menentukan prioritas dalam mencari pasokan minyak. Sumber crude oil yang bisa didatangkan lebih cepat menjadi salah satu pertimbangan selama prosesnya tidak menabrak aturan dan tetap memenuhi aspek keekonomian.
"Kita sekarang ini kan lagi kondisi global kayak begini, kita mencari skala prioritas mana yang duluan bisa mendatangkan crude kita, selama tidak menabrak aturan dan secara ekonomis masuk," katanya.
Pembelian minyak Rusia sendiri merupakan bagian dari kerja sama yang awalnya dilakukan melalui skema government to government (G2G). Setelah itu, proses pembelian dilanjutkan melalui skema government to business (G2B) yang melibatkan pelaku usaha.
Rencana tersebut berkembang setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Indonesia kemudian berencana membeli minyak Rusia hingga sekitar 150 juta barel untuk mendukung strategi ketahanan energi nasional.
Namun, rencana 150 juta barel tersebut tidak berarti seluruh volume sudah terealisasi. Dalam perkembangan terbaru, Bahlil hanya memastikan bahwa proses pembelian untuk tahap kedua telah mulai berjalan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat cadangan energi nasional. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya menyebut minyak Rusia nantinya tidak langsung diolah menjadi BBM, tetapi digunakan sebagai cadangan penyangga energi nasional.
Baca Juga: Minyak Dunia Tembus US$108, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik
"Itu (impor minyak Rusia) menjadi cadangan penyangga energi nasional," ujar Yuliot di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).
Bagi pemerintah, keberadaan cadangan energi menjadi penting ketika kondisi geopolitik global berpotensi memengaruhi pasokan dan harga minyak. Karena itu, diversifikasi sumber pasokan menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk menjaga ketahanan energi Indonesia.
Bahlil menekankan bahwa keputusan pemerintah tetap memiliki batasan, yakni harus sesuai dengan aturan dan masuk secara ekonomi. Dengan demikian, pembelian minyak dari Rusia ditempatkan dalam kerangka kepentingan energi nasional, bukan semata-mata pilihan politik terhadap satu negara.
Pemerintah kini melanjutkan proses pembelian tahap kedua sembari memastikan seluruh mekanisme berjalan sesuai ketentuan. Bahlil menegaskan kepentingan rakyat dan kedaulatan energi Indonesia menjadi dasar dalam menentukan sumber minyak yang akan didatangkan ke dalam negeri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: