Rocky Gerung Dulu 'Garang' Sekarang 'Garing', Eks Lawyer Roy Suryo: Sekarang KAPOLDA
Kredit Foto: Ist
Sikap Rocky Gerung terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Mantan pengacara Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, menilai sikap kritis Rocky kini berbeda dibanding ketika pemerintahan Joko Widodo masih berkuasa.
Khozinudin terutama menyoroti pandangan Rocky mengenai keterlibatan militer dalam sejumlah program pemerintah, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rocky, menurut Khozinudin, pernah menyampaikan argumentasi bahwa keterlibatan tentara dalam kegiatan seperti menanam jagung justru dapat memicu proses demiliterisasi secara alamiah.
Khozinudin tidak sependapat dengan pandangan tersebut. Menurut dia, persoalan utama bukan pada jenis kegiatan yang dilakukan militer, melainkan perluasan peran militer ke ranah sipil.
"Kekhawatiran militerisasi kekuasaan adalah pada adanya ekstensifikasi militer ke ruang sipil, yang di era Orde Baru dilabeli Dwifungsi ABRI. Bukan disfungsi militer, yang semestinya berfungsi sebagai alat pertahanan malah menjadi alat tanam jagung,” kata Khozinudin.
Khozinudin kemudian membandingkan sikap Rocky saat mengkritik pemerintahan Jokowi dengan sikapnya terhadap pemerintahan Prabowo.
Ia menyebut perubahan tersebut memunculkan sindiran di kalangan warganet. Salah satu jargon yang disebutnya beredar adalah “Rocky Garang ke Jokowi Tapi Garing ke Prabowo”.
“Kalau dulu ada ungkapan ‘No Rocky No Party’, kali ini justru beredar jargon nyinyir dari netizen: Rocky Garang ke Jokowi Tapi Garing ke Prabowo,” ujar Khozinudin.
Selain pandangan Rocky mengenai kebijakan pemerintah, Khozinudin juga menyinggung beredarnya foto Rocky bersama sejumlah tokoh politik, termasuk Sufmi Dasco Ahmad.
Ia mengaitkan hal itu dengan munculnya berbagai istilah di media sosial untuk menggambarkan kedekatan sejumlah tokoh dengan Dasco, seperti ADIDAS yang disebut sebagai “Anak Didik Dasco”, KABINDA atau “Kawan/Kader Binaan Dasco”, serta KAPOLDA atau “Kawan Politik Dasco”.
Khozinudin menyebut istilah KAPOLDA juga pernah dikaitkan dengan Rocky Gerung.
Namun, berbagai istilah tersebut merupakan jargon yang beredar di ruang publik dan media sosial. Penyematan istilah tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya hubungan politik atau kepentingan tertentu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: