Kredit Foto: BPMI
Jurnalis sekaligus pegiat media sosial Ahmad Arif menyoroti langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang membawa dokter pribadinya untuk tinggal sementara di Karo, Sumatera Utara, guna merawat anak-anak korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tindakan tersebut dilakukan Gibran saat mengunjungi RS Efarina Etaham dan RSU Amanda Berastagi, Berastagi, Jumat (11/9/2026). Dalam kunjungan itu, Gibran didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Arif menilai sikap Gibran berbeda dari Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya sempat meremehkan kasus keracunan.
"Gibran sudah berani beda dengan Prabowo, yang sebelumnya mengatakan, "... ya namanya sakit perut biasa sebetulnya," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (15/9).
Permintaan Maaf dan Langkah Konkret
Dalam kunjungan tersebut, Gibran menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.
"Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," ucapnya dihadapan keluarga korban.
Selain membawa dokter pribadi untuk mengobservasi kondisi para siswa yang mengalami dampak serius seperti gangguan saraf, halusinasi, hingga gagal ginjal, Gibran juga meminta dokter tersebut tinggal sementara di Karo untuk mengawal perkembangan medis para korban.
Pemerintah memfasilitasi penuh biaya rujukan bagi korban yang membutuhkan penanganan lebih intensif ke rumah sakit di Medan maupun Jakarta.
Gibran menegaskan kasus ini menjadi catatan keras dan sedang dievaluasi secara menyeluruh oleh Badan Gizi Nasional (BGN) agar insiden serupa tidak terulang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: