Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Elektabilitas Prabowo Turun Bersama Beberapa Partai, Kecuali Demokrat

        Elektabilitas Prabowo Turun Bersama Beberapa Partai, Kecuali Demokrat Kredit Foto: Antara/Arnas Padda
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyoroti sikap sejumlah partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan. Ia menilai Partai Demokrat memiliki sikap yang berbeda karena sejumlah kadernya tetap menyampaikan kritik di parlemen.

        Pandangan tersebut disampaikan Mahfud dalam siniar Terus Terang yang disiarkan secara daring pada Senin, 14 September 2026.

        Mahfud mengatakan, sejumlah partai politik mengalami penurunan elektabilitas seiring dengan turunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan. Ia menyebut tingkat kepuasan yang sebelumnya berada di kisaran 82 persen turun menjadi 51 persen.

        Menurut Mahfud, kondisi tersebut turut berdampak terhadap partai-partai yang berada dalam koalisi pemerintahan. Namun, ia melihat Partai Demokrat relatif tidak mengalami perubahan yang sama.

        "Partai-partai lain kan turun bersama turunnya Pak Prabowo. Partai Demokrat itu nampaknya tidak terlalu terpengaruh, masih stabil. Kenapa? Karena orang melihat Partai Demokrat itu tidak membebek begitu aja," kata Mahfud.

        Mahfud kemudian menyoroti sikap sejumlah kader Demokrat yang tetap menyampaikan kritik di DPR meskipun partainya berada dalam koalisi pemerintahan.

        Ia menyebut Hinca Pandjaitan dan Benny K. Harman sebagai contoh kader Demokrat yang menurutnya masih bersikap kritis dalam menjalankan fungsi mereka di parlemen.

        "Anggota DPR-nya di parlemen itu seperti Hinca dan siapa? Benny K. Harman teman saya, itu masih sangat kritis gitu. Tidak bisa menyetop sebuah gerakan politisasi masalah di DPR, tapi dia juga tidak bisa disetop bersuara meskipun kalah di dalam pertarungan suara," ujar Mahfud.

        Menurut Mahfud, keberadaan partai yang tetap menyampaikan pandangan secara substantif diperlukan dalam kehidupan politik.

        Baca Juga: Kembalikan ke Roy Suryo, UGM Soal Ijazah Jokowi: Keraguan Itu Dimulai dari Mana Kalau Bukan dari Yang Menuduh?

        Mahfud juga mengkritik kecenderungan sejumlah partai dalam koalisi yang menurutnya lebih banyak memberikan pujian kepada pemerintah.

        Ia mengatakan, masyarakat membutuhkan partai yang dapat menyampaikan sikap dan pandangan secara terbuka, termasuk ketika berada dalam koalisi pemerintahan.

        "Memang harapan masyarakat seperti itu. Bicara secara substansi dan ditampakkan, jangan membebek-bebek saja gitu. Nah, kelihatan dari partai koalisi kan semuanya hanya memuji-muji... Kalau Partai Demokrat itu lebih ada sikap gitu," kata Mahfud.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: