Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pasokan BBM untuk Pembangkit Listrik Ikut Langka, Diduga Picu Pemadaman di Sulawesi

        Pasokan BBM untuk Pembangkit Listrik Ikut Langka, Diduga Picu Pemadaman di Sulawesi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Forum Mahasiswa Pinggiran Sulselbar, Maulana Yusdianto, mencurigai pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik ikut mengalami kendala di tengah persoalan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Menurutnya, kondisi tersebut diduga turut berdampak pada pemadaman listrik di sejumlah wilayah Sulawesi.

        “Jangan-jangan kelangkaan pasokan BBM ini turut berdampak pada operasional pembangkit sehingga terjadi pemadaman listrik. Kalau memang demikian, persoalannya menjadi serius dan dampaknya berlapis. Masyarakat sudah kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari, kemudian harus menghadapi pemadaman listrik. Karena itu, kondisi pasokan BBM ini perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi kebutuhan masyarakat, tetapi juga kemungkinan dampaknya terhadap pasokan listrik,” kata Maulana.

        Maulana mengatakan persoalan BBM tidak hanya terlihat di Kota Makassar, tetapi juga dirasakan di sejumlah kabupaten dan kota lain di Sulawesi Selatan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar masyarakat mengetahui kondisi pasokan yang sebenarnya.

        “Kalau memang pasokan BBM terkendala, Pertamina harus menjelaskan secara terbuka apa yang sebenarnya terjadi, berapa kemampuan pasokannya, berapa kebutuhannya, dan bagaimana langkah untuk mengatasinya. Masyarakat bisa memahami kalau memang ada kendala. Yang membuat resah adalah ketika informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi yang dirasakan masyarakat di lapangan,” ujarnya.

        Maulana juga mengingat kembali persoalan antrean LPG yang pernah terjadi. Beberapa bulan sebelum kejadian tersebut, dia mengaku sempat menanyakan kepada Pertamina mengenai kemampuan pasokan LPG seiring meningkatnya pembelian masyarakat.

        “Waktu itu saya pernah tanyakan ke Pertamina beberapa bulan sebelum kejadian antrean LPG, apakah mereka kewalahan dan tidak bisa menambah kapasitas suplai seiring naiknya pembelian. Mereka justru bilang stop panic buying, jangan panik,” ujarnya.

        Dia menilai masyarakat saat ini menghadapi berbagai persoalan secara bersamaan, mulai dari kemarau hingga kendala pasokan BBM dan LPG.

        Baca Juga: Bos PLN Pimpin Langsung Peningkatan Pasokan Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan

        Baca Juga: Stok Dunia Menipis, Krisis BBM Global Sudah di Depan Mata

        “Kami saat ini menghadapi ujian bertubi-tubi. Ada kemarau, BBM langka, dan gas juga sulit didapat,” ujarnya.

        Dia juga menyinggung isu yang berkembang di masyarakat mengenai BBM dan LPG yang disebut diprioritaskan untuk kebutuhan kawasan industri dan pertambangan, termasuk Morowali. Menurut Maulana, kebutuhan energi masyarakat jangan sampai terabaikan.

        “Jangan sampai masyarakat dijadikan tumbal oligarki. Kami hanya meminta kebutuhan dasar masyarakat jangan dikorbankan. BBM dan LPG ini kebutuhan sehari-hari, jadi jangan sampai masyarakat yang menanggung akibat ketika pasokannya bermasalah,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: