Kredit Foto: Pelindo
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mengoperasikan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Berdasarkan hasil pengujian, penggunaan fasilitas tersebut berpotensi menekan emisi gas buang kapal hingga 75% serta menghemat biaya energi sekitar 40%-64% dibandingkan penggunaan genset kapal.
Layanan OPS mulai diluncurkan pada Rabu (16/9/2026). Fasilitas listrik darat tersebut memiliki kapasitas 500 kVA dan memungkinkan kapal yang bersandar mengalihkan kebutuhan listrik dari mesin bantu (auxiliary engine) ke jaringan listrik dari darat.
Peralihan tersebut mengurangi kebutuhan kapal untuk mengoperasikan mesin bantu selama berada di dermaga. Selain konsumsi bahan bakar minyak (BBM), penggunaan OPS juga berdampak pada kebutuhan pemeliharaan mesin, emisi gas buang, kebisingan, dan getaran di area pelabuhan.
Pelindo menyebut hasil pengujian terhadap dua kapal uji menunjukkan potensi penghematan biaya energi sekitar 40%-64%. Besaran penghematan bergantung pada jenis mesin kapal dan bahan bakar yang digunakan.
Dari sisi lingkungan, implementasi OPS diperkirakan mampu mengurangi emisi gas buang kapal hingga 75%. Emisi lokal dari cerobong kapal, seperti nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), dan partikulat, juga dapat dihilangkan selama kapal sepenuhnya menggunakan pasokan listrik dari darat.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto M.M., mengatakan penerapan OPS di Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi bagian dari transformasi pelabuhan menuju layanan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Kami yakin implementasi OPS di Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi best practice dan menjadi bagian dari transformasi pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menuju pelabuhan yang lebih hijau, efisien, berdaya saing dan berkelanjutan,” ujarnya.
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan pengembangan OPS merupakan bagian dari pembangunan ekosistem pelabuhan yang lebih efisien dan menghadapi perkembangan standar industri maritim global.
“OPS bukan sekadar menggantikan sumber listrik kapal dari genset menjadi listrik darat. Ini merupakan langkah konkret dalam transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port, dengan menghadirkan energi yang lebih efisien, lebih bersih, dan lebih andal,” kata Achmad.
Layanan OPS menggunakan skema shore-to-ship power. Saat kapal bersandar dan terhubung dengan fasilitas tersebut, kebutuhan listrik seperti kapal, reefer, pompa, dan kebutuhan operasional lainnya dapat dipasok melalui jaringan listrik darat sehingga mesin bantu kapal dapat dimatikan selama penggunaan OPS.
Pelindo mengembangkan layanan tersebut bersama PT PLN (Persero). PLN menyediakan pasokan listrik dan mendukung transisi energi di kawasan pelabuhan, sedangkan PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) mengelola layanan OPS.
Baca Juga: Pelindo dan AMANAIR Kembangkan Seaplane untuk Hubungkan Pelabuhan dan Destinasi Wisata
Baca Juga: Hadiri Bazar Pelindo di Empat Kota, 75 UMKM Raup Omzet Rp307 Juta
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan penyediaan pasokan listrik bagi kapal yang bersandar menjadi bagian dari upaya mendorong efisiensi energi dan menekan emisi aktivitas kepelabuhanan.
Direktur Utama PT EPI Andriyuda Siahaan mengatakan fasilitas OPS di Dermaga 004 telah melalui Site Acceptance Test (SAT) dan dinyatakan layak digunakan.
Pengembangan OPS di Tanjung Priok akan dilanjutkan secara bertahap ke terminal lain. Dalam roadmap pengembangan, Pelindo menargetkan pengembangan OPS hingga 24 unit pada 2027, mencakup terminal multipurpose, dermaga umum, serta pelabuhan lainnya.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang Pelindo untuk memperluas penggunaan fasilitas OPS di pelabuhan yang dikelolanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: