Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dari Dunia Usaha ke Ruang Pengasuhan: ModalSaham Belajar dari Idul Adha dan Maulid Bersama Anak Yatim

        Dari Dunia Usaha ke Ruang Pengasuhan: ModalSaham Belajar dari Idul Adha dan Maulid Bersama Anak Yatim Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Modal Saham Asia Investama atau ModalSaham menjadikan rangkaian Idul Adha dan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai ruang perjumpaan antara dunia usaha dan komunitas. Pada Idul Adha, perusahaan menyalurkan sekitar 735 kilogram hewan kurban, mendukung pengajian, menyerahkan bantuan kebutuhan yayasan, memberikan santunan, dan makan malam bersama 60 anak yatim. Maulid kemudian menjadi bagian lain dari rangkaian sosial-keagamaan yang mengajak perusahaan melihat kembali arti keteladanan. Fokus kegiatan bukan hanya pada apa yang diberikan, tetapi juga pada apa yang dapat dipelajari ketika perusahaan hadir di tengah masyarakat.

        ModalSaham membangun perjalanan usaha sejak 2018, mulai dikenal melalui equity crowdfunding pada 2019, kemudian mengembangkan venture studio dan inkubator. Sejak 2023, PT Modal Saham Asia Investama berfokus sebagai perusahaan private equity yang menjalankan investasi, pembiayaan, pendampingan, dan pengembangan perusahaan. Pekerjaan tersebut sehari-hari mempertemukan tim dengan keputusan bisnis, target, dan pertumbuhan. Kehadiran di lingkungan sosial memberi konteks lain yang tidak ditemui di ruang kerja.

        Perbedaan antara rutinitas bisnis dan suasana komunitas itulah yang menurut CEO ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi, memberi perspektif baru bagi tim, “Dalam pekerjaan, kami banyak berhadapan dengan angka dan rencana. Ketika berada bersama anak-anak dan pengurus yayasan, yang terlihat justru hal-hal yang sangat manusiawi, yaitu perhatian, rasa percaya, cara mendengarkan, dan bagaimana seseorang merasa diperlakukan. Pengalaman seperti ini membantu kami mengingat bahwa perusahaan pada akhirnya juga terdiri dari manusia yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Reza.

        Yayasan Mahabbatul Yatim berdiri sejak 2010 di Ciangsana, Kabupaten Bogor. Didirikan dan dipimpin Ismatullah, yayasan mendampingi anak yatim, piatu, dan anak dari keluarga kurang mampu melalui pengasuhan, pendidikan formal, pembinaan agama, serta pembentukan akhlak. Dalam keseharian yayasan, anak-anak juga bertemu dengan relawan, tamu, dan berbagai pihak dari luar lingkungan pengasuhan.

        Dari lingkungan pengasuhan, Ketua Yayasan Mahabbatul Yatim, Ismatullah, menunjukkan bahwa anak sering menangkap nilai justru dari sikap orang dewasa yang mereka temui, “Anak memperhatikan cara orang menyapa, mendengarkan, menepati janji, dan menghormati pengurus. Mereka mungkin tidak memahami pekerjaan atau jabatan seseorang, tetapi mereka sangat peka pada sikap. Karena itu, setiap pihak yang datang sebenarnya membawa contoh. Bagi kami, keteladanan sederhana seperti ini penting karena anak belajar bahwa penghargaan kepada orang lain terlihat dari perilaku sehari-hari,” tuturnya.

        Pada Idul Adha, Yayasan Mahabbatul Yatim menerima satu sapi sekitar 400 kilogram dan satu domba sekitar 35 kilogram, sedangkan satu sapi sekitar 300 kilogram disalurkan melalui Masjid Anasrul Ruhi di Jatimulya, Kabupaten Bekasi. Di yayasan, ModalSaham juga menyerahkan beras, minyak goreng, telur, air mineral, ketupat, snack, uang santunan untuk anak yatim, serta uang operasional. Seluruhnya ditempatkan sebagai bagian dari kunjungan yang mempertemukan perusahaan dengan lingkungan pengasuhan secara langsung.

        Rangkaian di yayasan juga mencakup pengajian dan makan malam bersama 60 anak yatim menggunakan hasil kurban. Dalam sudut pandang hubungan sosial, dua bagian ini memberi kesempatan bagi tim perusahaan untuk berada lebih lama di lingkungan anak, mendengar percakapan, mengikuti suasana, dan melihat kehidupan yayasan dari jarak yang lebih dekat. Pengalaman tersebut berbeda dari hubungan formal yang biasanya terjadi di lingkungan bisnis.

        Waktu yang lebih panjang bersama anak membuat Reza menyoroti pentingnya mengenal seseorang tanpa segera memberi label, “Ketika kita benar-benar hadir, kita belajar bahwa setiap orang punya cerita yang tidak terlihat pada pertemuan pertama. Anak-anak di yayasan bukan sekadar penerima bantuan, mereka punya minat, karakter, cita-cita, dan cara pandang sendiri. Bagi kami, kesempatan berinteraksi seperti ini mengajarkan pentingnya mendengar lebih dulu sebelum membuat kesimpulan tentang orang lain,” katanya.

        Maulid Nabi Muhammad SAW memberi dimensi lain pada rangkaian tersebut. Bagi ModalSaham, keteladanan Rasulullah relevan bukan hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam cara seseorang menggunakan tanggung jawab, pengaruh, dan kemampuan yang dimiliki. Nilai seperti amanah, kejujuran, kesabaran, dan penghormatan kepada orang lain menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak hanya terlihat dari keputusan besar, tetapi juga dari cara memperlakukan manusia di sekitar.

        Ketika Maulid dibaca melalui lensa keteladanan, Ismatullah menghubungkannya dengan gambaran tentang sosok yang patut dicontoh anak, “Kami ingin anak melihat bahwa menjadi orang yang berhasil bukan hanya soal memiliki pekerjaan atau penghasilan yang baik. Mereka juga perlu melihat bahwa orang yang memiliki kemampuan tetap bisa rendah hati, menghormati orang lain, dan menggunakan posisinya untuk memberi manfaat. Contoh seperti itu membantu anak membangun gambaran yang lebih sehat tentang seperti apa sosok yang layak mereka teladani,” jelasnya.

        Perjumpaan antara perusahaan dan yayasan juga memperlihatkan bahwa pembelajaran tidak berjalan satu arah. ModalSaham datang membawa dukungan, tetapi tim perusahaan juga menerima pengalaman tentang ketekunan pengurus, kedekatan mereka dengan anak, serta konsistensi menjalankan pengasuhan setiap hari. Pertemuan seperti ini memberi ruang bagi dunia usaha untuk melihat bentuk tanggung jawab yang bekerja tanpa sorotan dan tanpa ukuran komersial.

        Pengalaman melihat tanggung jawab pengurus dari dekat kemudian dibawa Reza kembali ke lingkungan perusahaan, “Kami ingin tim memahami bahwa profesionalisme tidak harus membuat seseorang menjadi berjarak. Justru semakin besar tanggung jawab yang dipegang, semakin penting kemampuan untuk menghargai orang lain, mendengar dengan baik, dan tetap rendah hati. Pengalaman bersama komunitas memberi contoh yang konkret bahwa kualitas manusia sering terlihat dari cara ia bersikap ketika tidak sedang dinilai oleh angka atau target,” ungkapnya.

        Masjid Anasrul Ruhi dan Yayasan Mahabbatul Yatim memberi dua konteks komunitas yang berbeda dalam rangkaian Idul Adha. Masjid menjadi ruang yang dekat dengan jamaah dan warga, sementara yayasan memperlihatkan lingkungan pengasuhan yang berjalan terus-menerus. Bagi ModalSaham, perbedaan tersebut memperkaya cara tim melihat masyarakat: tidak sebagai satu kelompok yang seragam, tetapi sebagai banyak lingkungan dengan kebutuhan, kebiasaan, dan hubungan sosialnya masing-masing.

        Bagi anak-anak, perjumpaan dengan dunia di luar yayasan membuka sisi lain yang juga penting. Ismatullah menggambarkan kemungkinan itu, “Anak-anak perlu melihat bahwa dunia di luar yayasan sangat luas dan diisi banyak profesi, pengalaman, serta jalan hidup. Ketika mereka bertemu orang-orang dari berbagai latar dengan cara yang positif, mereka mendapat referensi baru tentang kemungkinan yang bisa dicapai. Kami berharap perjumpaan seperti ini menambah keberanian mereka untuk belajar dan membayangkan masa depan dengan pilihan yang lebih luas,” ujarnya.

        Bagi ModalSaham, rangkaian sosial-keagamaan tersebut tidak dijadikan ukuran keberhasilan bisnis. Nilainya terletak pada kesempatan untuk keluar dari rutinitas, mengenal lingkungan yang berbeda, dan membawa pulang perspektif yang dapat memperkaya cara tim memandang manusia. Idul Adha menyediakan ruang untuk hadir dan berbagi secara langsung, sementara Maulid memperkuat refleksi tentang bagaimana tanggung jawab seharusnya dijalankan dengan teladan yang baik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Redaksi

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: