Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jababeka Gandeng Pertamina, Siapkan Energi Hijau untuk 2.000 Perusahaan

        Jababeka Gandeng Pertamina, Siapkan Energi Hijau untuk 2.000 Perusahaan Kredit Foto: Jababeka
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Pertamina (Persero) memperluas kerja sama transisi energi di Kawasan Industri Jababeka dengan menyiapkan sejumlah sumber energi bersih, mulai dari gas pipa, biometana, tenaga surya, sistem penyimpanan listrik, hingga hidrogen.

        Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung perusahaan yang beroperasi di kawasan industri dalam menekan emisi sekaligus menjaga ketahanan energi. Pengembangan juga mencakup pemanfaatan limbah menjadi energi dan penjajakan hidrogen untuk kebutuhan industri serta transportasi rendah karbon.

        Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan kerja sama dengan Jababeka akan dilanjutkan dengan fokus pada penyediaan energi hijau bagi tenant kawasan industri.

        “Memasuki 2027, kami fokus mengembangkan alternatif energi hijau lain, seperti hidrogen, biometana, hingga potensi panas bumi,” kata Agung dalam seminar “Ketahanan Energi dan Keberlanjutan dengan Transisi Energi: Menuju Net Zero Industrial Estate dengan Energy Security” di Java Palace Hotel, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi.

        Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan sinergi Jababeka dan Pertamina yang telah dirintis sejak 2022. Pada tahap berikutnya, kedua perusahaan akan mengembangkan pemanfaatan gas pipa, biometana bersertifikat ISCC, panel surya, Battery Energy Storage System (BESS), serta kredit karbon.

        Keduanya juga akan menjajaki pemanfaatan hidrogen hijau untuk transportasi rendah karbon dalam konsep kota berbasis transportasi umum atau Transit Oriented Development (TOD).

        Transformasi energi di Kawasan Industri Jababeka juga mulai dilakukan oleh sejumlah tenant. Salah satunya melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap.

        Jababeka sebelumnya menggandeng Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) untuk memasang PLTS atap berkapasitas 230 kilowatt peak (kWp) di fasilitas water treatment plant (WTP) Jababeka.

        Sejak beroperasi pada 2023, PLTS tersebut telah menghasilkan 858,21 megawatt hour (MWh) listrik dan disebut berkontribusi terhadap pengurangan emisi sebesar 734 ton CO2e.

        Hingga September 2026, sebanyak 23 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka telah memasang PLTS atap dengan total kapasitas mencapai 14,5 megawatt peak (MWp).

        Agung mengatakan komitmen tenant terhadap dekarbonisasi juga terlihat dari sejumlah proyek yang telah berjalan. Unilever, misalnya, tengah mengembangkan biometana sebagai sumber gas ramah lingkungan bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

        Sementara itu, Astemo telah memasang PLTS atap sejak sekitar tiga tahun lalu. Kapasitasnya yang semula sekitar 1,2 MW kini telah meningkat menjadi lebih dari 2 MW.

        “Ini menunjukkan para tenant yang menyampaikan komitmen menjadi net zero industrial cluster juga telah menindaklanjutinya, dengan dukungan peran Jababeka Infrastruktur. Karena itu, Pertamina melalui Pertamina NRE dan PGN siap terus mengembangkan dan memenuhi kebutuhan para tenant dalam melakukan dekarbonisasi,” ujar Agung.

        Direktur Utama Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi mengatakan pengembangan kawasan industri sejak awal diarahkan pada konsep eko-industri dan infrastruktur terintegrasi.

        Saat ini, Kawasan Industri Jababeka dihuni sekitar 2.000 perusahaan multinasional dari 36 negara. Infrastruktur kawasan mencakup pembangkit listrik berbasis gas, WTP yang memanfaatkan air permukaan, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu, serta dry port untuk mendukung efisiensi logistik.

        “Lewat sinergi infrastruktur modern dan konsep eko-industri mandiri, Jababeka berhasil menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi lapangan kerja, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Didik.

        Baca Juga: Jababeka Gandeng 18 Perusahaan, Lulusan SMK Disiapkan Sesuai Kebutuhan Industri

        Baca Juga: Bisnis Makin Padat, Jababeka Siapkan Ruang Usaha Fleksibel di Cikarang

        Menurut data yang disampaikan pengelola, pengembangan kawasan Jababeka telah menciptakan sekitar 1,1 juta lapangan kerja. Bekasi juga disebut berkontribusi sekitar 22–45% terhadap ekspor industri manufaktur nasional.

        Dengan basis industri tersebut, pengembangan energi bersih tidak hanya diarahkan untuk menekan emisi, tetapi juga mendukung kebutuhan energi perusahaan di kawasan. Pertamina menyatakan dukungan akan diperluas ke pengolahan limbah menjadi energi serta pemanfaatan gas dari limbah untuk menghasilkan hidrogen yang dapat digunakan di kawasan industri maupun sektor transportasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: