Jababeka Gandeng 18 Perusahaan, Lulusan SMK Disiapkan Sesuai Kebutuhan Industri
Kredit Foto: Jababeka
PT Jababeka Infrastruktur, anak usaha PT Jababeka Tbk sekaligus pengelola Kawasan Industri Jababeka, memperkuat strategi pengembangan tenaga kerja industri melalui Jababeka Community Acceleration Class (JClass). Program tersebut dirancang untuk memperkecil kesenjangan kompetensi (skills gap) lulusan SMA/SMK dengan kebutuhan perusahaan di kawasan industri.
Hingga pelaksanaan terbaru di SMK Garuda Nusantara pada 31 Agustus 2026, JClass telah menggandeng delapan sekolah di Kabupaten Bekasi. Program ini juga melibatkan 18 perusahaan atau tenant Kawasan Industri Jababekadalam penyusunan materi dan pelaksanaan pelatihan.
Keterlibatan langsung perusahaan menjadi salah satu aspek utama JClass. Dengan perusahaan ikut menjadi narasumber, pelatih, sekaligus mitra penyusun materi, kompetensi yang diberikan kepada siswa diarahkan agar lebih dekat dengan kebutuhan dan standar yang berlaku di dunia industri.
Direktur Jababeka Infrastruktur Vega Violetta Puspa mengatakan program tersebut hadir untuk menjawab kesenjangan kompetensi antara lulusan sekolah menengah dan kebutuhan tenaga kerja industri.
“JClass hadir untuk menjawab kesenjangan kompetensi (skills gap) antara lulusan SMA atau SMK dan kebutuhan industri di Kabupaten Bekasi, yang merupakan salah satu pusat kawasan industri terbesar di Indonesia,” kata Vega.
JClass dijalankan melalui tiga jalur. Career Acceleration Class berfokus pada kesiapan mental dan sikap profesional kerja, Digital Acceleration Class meningkatkan kemampuan digital dan administratif, sedangkan Entrepreneur Acceleration Class diarahkan untuk pengembangan UMKM lokal.
Untuk dua jalur yang berkaitan langsung dengan kesiapan kerja, keterlibatan tenant memungkinkan siswa memperoleh pemahaman mengenai kondisi kerja yang akan mereka hadapi, mulai dari etos kerja, budaya perusahaan, sikap profesional, hingga keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha.
Sebanyak 18 tenant yang terlibat antara lain PT Sintertech Indonesia, PT Precision Tools Service Indonesia, PT Dharma Controlcable Indonesia, PT Fukoku Tokai Rubber Indonesia, PT Astemo Bekasi Manufacturing, PT Asahi Cipta Prima, PT Cisindo, PT Mane Indonesia, PT Komatsu Undercarriage Indonesia, PT Asia Indopack Indonesia, PT Asia Indopack Industries, PT Hanes Supply Chain Indonesia, PT Yasufuku Indonesia, PT Unilever Indonesia Tbk, PT T.RAD Indonesia, PT Sari Takagi Elok Produk, PT Nippon Steel Indonesia, dan PT Prodia Diagnostic Line.
Model tersebut membuat program pengembangan tenaga kerja tidak hanya berasal dari institusi pendidikan, tetapi melibatkan perusahaan sebagai pengguna tenaga kerja secara langsung. Dengan demikian, materi pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktual industri.
Bagi perusahaan di kawasan industri, pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ketersediaan talenta lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan.
JClass saat ini telah dilaksanakan di delapan sekolah, yakni SMK Garuda Nusantara, SMK Bina Mitra, SMK Kitri Bakti, SMKN 2 Cikarang Pusat, SMK Islam Al-Amin, SMKN 2 Cikarang Barat, SMK Kesehatan Sentra Medika Cikarang, dan SMK Dewantara 2 Cikarang Pusat.
Baca Juga: Bisnis Makin Padat, Jababeka Siapkan Ruang Usaha Fleksibel di Cikarang
Baca Juga: Chandra Asri Gandeng Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Industri Petrokimia
Program tersebut tidak hanya menyasar calon tenaga kerja. Jalur Entrepreneur Acceleration Class memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM di sekitar kawasan untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, serta melihat peluang keterhubungan dengan rantai pasok industri.
Dengan menghubungkan sekolah, perusahaan, dan UMKM, Jababeka Infrastruktur mengarahkan JClass sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri di sekitar kawasan.
Tujuan akhirnya adalah mempersempit kesenjangan kompetensi sehingga lulusan SMA/SMK di Kabupaten Bekasi lebih siap memasuki dunia kerja dan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: