Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Orang Kaya Tak Lagi Sekedar Kumpulkan Aset, Kini Mulai Pikirkan Likuiditas Warisan

        Orang Kaya Tak Lagi Sekedar Kumpulkan Aset, Kini Mulai Pikirkan Likuiditas Warisan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kini nasabah kaya mulai mengubah pola pengelolaan kekayaan, dari yang berfokus pada akumulasi aset menjadi sangat memperhatikan perlindungan kekayaan dan perencanaan warisan. Pasalnya, aset-aset seperti properti kini mulai bergeser nilainya dan tidak selalu mudah dicairkan jika ingin dialihkan pada generasi berikutnya.

        Executive Vice President Wealth Management BCA Indrawan B. mengatakan perubahan kebutuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya pemahaman nasabah terhadap pengelolaan kekayaan. Selain itu, perkembangan teknologi juga membuat nasabah semakin cerdik mengenal berbagai instrumen investasi dan proteksi.

        “Sekarang dengan perkembangan teknologi, dengan keterbukaan informasi, global connected, pengetahuan mereka terhadap wealth itu juga semakin maju,” kata Indrawan dalam konferensi pers peluncuran Wealth Prestige Protection (Prestige Pro) di Kempinski Hotel, Jumat, (2/10/2026).

        Ia menilai, pengelolaan kekayaan tidak lagi berhenti setelah aset dikumpulkan. Selain aset, nasabah juga perlu memperhitungkan perlindungan terhadap dirinya sendiri.

        “Kalau kita bicara diproteksi, yang diproteksi itu ada dua yaitu pertama adalah asetnya, kedua adalah dirinya sendiri,” tuturnya.

        BCA mencatat, ada 400 ribu nasabah berada dalam segmen affluent dan High-Net-Worth (HNW). Seiring dengan beragamnya kebutuhan kelompok kaya, perhitungan dalam pengelolaan warisan jadi diperlukan.

        Direktur Distribusi Kemitraan AIA Ivy Widjaja mengatakan tantangan muncul ketika kekayaan keluarga yang mayoritas berupa bisnis dan properti harus dialihkan kepada generasi berikutnya.

        Meski bernilai tinggi, aset tersebut tidak selalu dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana saat pewarisan.

        “Ketika kita ingin eksekusi pewarisan, itu ada biayanya. Atau pembagian aset yang adil antara semua ahli waris, itu mungkin tidak bisa kalau hanya melihat dari bisnis sama propertinya,” kata Ivy.

        Maka dari itu, Ivy menilai, aspek likuiditas perlu masuk dalam perencanaan pewarisan dan proteksi melalui asuransi jiwa bisa menjadi salah satu instrumen untuk menyiapkan dana sejak usai muda.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: