Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        5 Negara Imbau Warganya untuk Siap-siap Perang! Logistik Darurat Jadi Sorotan

        5 Negara Imbau Warganya untuk Siap-siap Perang! Logistik Darurat Jadi Sorotan Kredit Foto: Reuters/Kim Kyung-Hoon
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sejumlah negara mengeluarkan panduan kesiapsiagaan bagi masyarakat untuk menghadapi berbagai situasi darurat, mulai dari perang, serangan siber, cuaca ekstrem, hingga wabah penyakit.

        Salah satu imbauan yang disampaikan adalah menyiapkan persediaan makanan dan kebutuhan pokok untuk beberapa hari.

        Negara-negara tersebut menilai kesiapan masyarakat diperlukan untuk mengantisipasi gangguan pasokan pangan, terputusnya jaringan komunikasi, hingga keterlambatan bantuan ketika krisis terjadi.

        Inggris, Jerman, Swedia, Prancis, dan Jepang termasuk negara yang telah menyampaikan panduan kepada warganya terkait persiapan menghadapi kondisi terburuk.

        Berikut rincian imbauan dari masing-masing negara.

        1. Inggris

        Pemerintah Inggris meluncurkan kampanye kesiapsiagaan bertajuk Be Ready yang mengajak masyarakat menyiapkan persediaan kebutuhan pokok untuk tiga hari.

        Imbauan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap risiko bencana alam, konflik bersenjata, dan berbagai keadaan darurat lainnya.

        Pemerintah merekomendasikan warga menyimpan makanan tahan lama, sembilan liter air minum per orang, perlengkapan kebersihan, pakaian hangat, kantong tidur, selimut, serta kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

        Kekhawatiran terhadap potensi konflik di Eropa juga menjadi perhatian pemerintah Inggris.

        Dalam tulisannya di The Telegraph pada Sabtu (24/10), Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting memperingatkan bahwa negara-negara yang dianggap sebagai lawan Inggris berpotensi memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan pada 2030.

        Menurut Streeting, Inggris dan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk memperkuat kesiapan menghadapi ancaman tersebut.

        "Keinginan pihak lawan untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Hal yang telah berubah adalah kapasitas mereka," tulis Streeting, dikutip dari Anadolu Agency.

        Ia menilai peningkatan kekuatan militer dan kemampuan ekonomi perang negara-negara tersebut dapat memperbesar risiko serangan menjelang 2030.

        2. Jerman

        Pemerintah Jerman menyarankan masyarakat menyiapkan persediaan darurat untuk memenuhi kebutuhan selama 10 hari.

        Persediaan tersebut mencakup makanan dan cairan sebanyak dua liter per orang setiap hari.

        Pemerintah Jerman menjelaskan, kesiapsiagaan tidak hanya diperlukan untuk menghadapi perang. Berbagai krisis pada masa damai juga berpotensi mengganggu ketersediaan pangan dan rantai pasokan.

        Dalam pernyataan resminya, pemerintah mencontohkan wabah penyakit pada hewan dan kecelakaan serius di fasilitas teknis berskala besar sebagai situasi yang dapat menimbulkan gangguan.

        Karena itu, persediaan kebutuhan pokok dinilai penting untuk membantu masyarakat bertahan ketika distribusi barang mengalami hambatan.

        Baca Juga: Perang AS-Iran Tekan Industri, Harga Kebutuhan Pokok Bakal Melonjak Lagi pada 2027

        3. Swedia

        Swedia turut memperingatkan masyarakat mengenai kemungkinan terjadinya konflik bersenjata di wilayahnya.

        Badan Pertahanan Sipil dan Ketahanan Swedia menyebut kondisi keamanan saat ini sebagai yang paling serius sejak Perang Dunia Kedua.

        Pemerintah juga menyoroti ancaman terorisme, serangan siber, serta penyebaran informasi menyesatkan yang dapat digunakan untuk memengaruhi masyarakat.

        "Serangan bersenjata terhadap Swedia tak bisa dikesampingkan," demikian pernyataan badan tersebut.

        Peringatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko keamanan dan mendorong kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan darurat.

        4. Prancis

        Pemerintah Prancis memiliki panduan kesiapsiagaan yang menempatkan 72 jam pertama sebagai periode penting ketika keadaan darurat terjadi.

        Masyarakat dianjurkan menyediakan makanan, air, obat-obatan, dan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan awal saat layanan publik atau distribusi bantuan terganggu.

        Pemerintah juga merekomendasikan warga menyiapkan tas darurat berisi salinan dokumen penting, kunci cadangan rumah dan kendaraan, serta permainan untuk mengisi waktu selama situasi darurat.

        Selain persiapan logistik, panduan tersebut menekankan pentingnya solidaritas sosial dan komunikasi dengan keluarga maupun orang terdekat.

        Masyarakat juga diminta mewaspadai rumor dan disinformasi. Pemerintah turut mendorong warga mempertimbangkan keterlibatan dalam kegiatan sukarela, termasuk organisasi perlindungan sipil, sebagaimana dilaporkan portal AOL.

        5. Jepang

        Berbeda dari sejumlah negara Eropa yang menyoroti risiko keamanan dan konflik, Jepang menekankan persiapan menghadapi potensi bencana alam.

        Pemerintah Jepang mengimbau masyarakat menyediakan makanan dan air minum untuk mengantisipasi gempa besar di kawasan Palung Nankai, gempa di bawah ibu kota, gempa di sekitar Palung Jishima dan Palung Jepang, serta kemungkinan letusan Gunung Fuji.

        Bencana berskala besar berpotensi merusak jalan dan jaringan komunikasi. Kondisi tersebut dapat menghambat kedatangan tim penyelamat serta distribusi bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.

        Menteri Pencegahan Bencana Jepang, Hosono Goshi, meminta warga menyiapkan kebutuhan untuk setidaknya tiga hari, bahkan hingga satu minggu jika memungkinkan.

        "Mohon persiapkan setidaknya tiga hari, dan kalau bisa, seminggu," kata Goshi, dikutip dari Maeil Business.

        Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menyediakan makanan, air minum, dan toilet portabel agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi ketika bantuan pemerintah belum dapat menjangkau wilayah mereka.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Taufan Bara Mukti
        Editor: Taufan Bara Mukti

        Bagikan Artikel: