OJK: Ketahanan Perbankan Lebih Siap Hadapi Ekonomi Global Tahun Depan
Kredit Foto: Fajar Sulaiman
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyataka,n tahun depan industri perbankan bakal lebih siap dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang sering bergejolak dan berfluktuasi.
Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di sela acara Risk & Governance Summit (RGS) 2016 yang bertema Ethical Governance: The Soul of Sustainability di Jakarta, Selasa (29/11/2016).
"Saya kira tidak ada masalah ya karena saya selalu mengatakan fundamental kita terutama perbankan cukup baik. Terutama dari kemampuan mengabsorb banyak risiko, dicerminkan dengan kecukupan modal yang sangat tinggi," ujar Muliaman.
Muliaman menuturkan, OJK dan pemerintah terus berupaya mengeluarkan berbagai macam inisiatif untuk kembali mendorong ekonomi bergerak aktif kembali. Adapun kebijakan OJK misalnya mendorong program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guideline) yaitu kredit di sektor maritim, perikanan dan kelautan.
"Sebentar lagi kita juga mendesain paket pembiayaan untuk pangan," paparnya.
Menurut Muliaman, hal ini dilakukan demi mendorong ekonomi bergerak maju, rasio NPL bisa tertolong sehingga pertumbuhan kredit bisa naik lagi.
"Tahun depan saya optimis NPL akan improve. Karena kan ini sisa NPL dari tahun 2015 saat sektor tambang terpukul. Bank juga sudah menaikkan biaya pencadangan. Ini kurus tapi menyehatkan," tuturnya.
Terkait kondisi ekonomi global yang masih penuh dengan ketidakpastian karena situasi pemerintah di AS, menurutnya bukan berarti tidak ada harapan. Ia meyakini situasi ekonomi global akan membaik pada tahun depan dan akan tumbuh sesuai proyeksi yakni sekitar 3,00 persen.
"Dan tentu saja dampaknya ke ekonomi kita akan bagus. Terutama kita sendiri optimis bisa 5,2 persen pada tahun depan," tutup Muliaman.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Rahmat Patutie
Tag Terkait: