Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Gelar Forum Internasional Keuangan Berkelanjutan

OJK Gelar Forum Internasional Keuangan Berkelanjutan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan the International Finance Corporation (IFC ? World Bank) menggelar rangkaian Forum Internasional Keuangan Berkelanjutan pada pada Kamis-Jumat tanggal 1 dan 2 Desember di Nusa Dua Bali. Kegiatan guna mendukung kebijakan pemerintah terkait pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDGs).

Kegiatan ini itu merupakan implementasi Roadmap Keuangan Berkelanjutan 2015-2019 yang telah diluncurkan OJK pada Desember 2014 sekaligus sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk wujud komitmen penurunan gas rumah kaca serta implementasi Roadmap Keuangan Berkelanjutan 2015-2019 yang telah diluncurkan OJK pada Desember 2014.

Selain itu, forum ini juga sejalan dengan program SDGs, yang sejak tahun 2016 telah mulai diimplementasikan oleh setiap negara anggota The United Nations Development Program (UNDP) untuk bersama-sama para pemimpin dunia dan seluruh rakyat, mengejar target? SDGs untuk mengakhiri kemiskinan dan kelaparan pada tahun 2030.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, program Keuangan berkelanjutan tidak hanya berupaya untuk meningkatkan porsi pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki multiplier effect tinggi, seperti: sektor energi, infrastruktur, industri pengolahan, pertanian, dan UMKM, namun juga untuk meningkatkan daya tahan dan daya saing lembaga jasa keuangan di Indonesia.

?OJK meminta agar industri jasa keuangan mulai mengubah cara pandang dan kebijakannya untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan dalam menjalankan bisnisnya,? kata Muliaman.

Dia menyebutkan, setidaknya ada?tiga kegiatan utama dalam forum internasional ini seminar tersebut meliputi?pertama,?the International Seminar on Sustainable Finance (ISSF), kedua, ASEAN Forum on Sustainable Finance, dan selanutnya ketiga?the 4th Annual Meeting of the Sustainable Banking Network.

Pelaksanaan rangkaian kegiatan internasional forum tersebut dilaksanakan sebagai salah satu wujud implementasi MOU OJK dengan the International Finance Corporation (IFC ? World Bank) dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDGs) dan komitmen penurunan gas rumah kaca serta implementasi Roadmap Keuangan Berkelanjutan 2015-2019 yang telah diluncurkan OJK pada Desember 2014.

Tema utama yang diangkat forum ini adalah ?Mainstreaming of Sustainable Finance through Innovation? dan kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 20 perwakilan negara-negara dengan narasumber domestik dan internasional dari berbagai latar belakang seperti pemerintah, otoritas pengawasan lembaga jasa keuangan/bank sentral, akademisi, lembaga internasional serta asosiasi dan praktisi industri jasa keuangan.

"Disamping itu, kami juga melibatkan Dari industri jasa keuangan di Indonesia, hadir delapan Bank peserta pilot project on sustainable bank, diantaranya yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank ArthaGraha, BPD Jabar ? Banten, Bank Muamalat, dan Bank BRI Syariah," terang Muliaman.

OJK bekerjasama dengan beberapa-beberapa lembaga (IFC, WWF dan USAID) juga telah menerbitkan beberapa buku yang berisi mengenai panduan pelaksanaan keuangan berkelanjutan dan modul training, di antaranya?pertama,?Green Lending Model untuk Sektor Pertanian Organik (OJK-Task Force Pertanian Organik), kedua,?Green Lending Model untuk Sektor Perkebunan ? Kelapa Sawit (OJK-WWF), dan ketigaSustainable Finance dan Sustainability Reporting Framework Indonesia (OJK-IFC), 4) Modul Training Analis Lingkungan Hidup Untuk Lembaga Jasa Keuangan (OJK-USAID).

Pada saat yang bersamaan, OJK juga akan launching website Sustainable Finance ? Information Hub.?
Pelaksanaan rangkaian forum internasional diharapkan dapat menjadi sarana untuk saling bertukar informasi pada praktek-praktek riil dalam implementasi keuangan berkelanjutan.

"Sehingga dengan demikian kita dapat melihat menggali potensi pasar keuangan berkelanjutan secara nasional maupun global dan kemajuan produk serta layanan jasa keuangan berkelanjutan yang melibatkan proses inovasi di dalamnya," papar Muliaman.

Penyelenggaran Seminar Internasional memiliki empat sesi yang merangkum semua agenda dalam implementasi keuangan berkelanjutan kedepan, agenda tersebut seperti: tantangan dan masa depan keuangan berkelanjutan terkait dengan inovasi dan kolaborasi, pengarusutamaan (mainstreaming) risiko lingkungan, sosial dan governance (ESG) dan pengelolaan risiko keuangan, climate risk dan financial disclosure, serta green financing dan inovasi green bonds.

Penyelenggaraan The ASEAN Forum on Sustainable Finance diharapkan menjadi pionieer kerjasama regional untuk mendukung keuangan berkelanjutan melalui penciptaan demand dan supply.

Hal tersebut tentunya memerlukan dukungan keuangan tidak hanya dari pemerintah namun juga swasta yang tentunya akan lebih mudah apabila memiliki platform bisnis/usaha yang sama yaitu tripple bottom line (profit, people and planet).

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, OJK dapat memulai kerjasama regional ASEAN untuk mengembangkan keuangan berkelanjutan dalam konteks pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan demikian, The ASEAN Forum on Sustainable Finance menjadi forum yang mampu melihat potensi Roadmap Sustainable Finance di ASEAN.

Pelaksanaan hari kedua rangkaian forum internasional ini adalah the 4th Annual Meeting of? Sustainable? Banking Network (SBN), merupakan pertemuan tahunan dimana sebelumnya diselenggarakan kegiatan di di Lima ? Peru.

SBN merupakan pertemuan antarregulator keuangan seperti Bank Sentral serta Otoritas lainnya dengan jumlah keanggotaan tetap 28 Negara. Indonesia menjadi negara pionieer dan anggota tetap dengan melibatkan tidak hanya perbankan saja, sekaligus pasar modal dan industri keuangan nonbank. Oleh karena itu, dimungkinkan akan diusulkan perubahan nama menjadi Sustainable Finance Network (SFN).

Saat ini, keanggotaan SBN telah mencapai 31 negara dan secara kolektif mengelola lebih dari 42.5 triliun dolar AS asetasset perbankan ? lebih dari 80% asetasset perbankan di emerging markets. Angka ini menunjukkan potensi dan pengaruh yang sangat besar dari jaringan ini.

"13 dari negara anggota SBN termasuk Indonesia, telah berhasil meluncurkan kebijakan dan pedoman keuangan berkelanjutan. Terobosan ini diharapkan mengubah arah global menuju pembangunan keuangan yang berkelanjutan," imbuh Muliaman.

Menurut Muliaman, sebagai apresiasi atas prestasi Lembaga Jasa Keuangan dan Lembaga Non Keuangan dalam rangka mendorong pengembangan keuangan berkelanjutan di Indonesia.

"OJK akan memberikan penghargaan ?Sustainable Finance Award? - SFA.Peserta pada penyelenggaraan SFA ini mencakup Bank, Pasar Modal (Perusahaan Efek dan Perusahaan Terbuka (PT Tbk), Industri Keuangan NonBank (Perusahaan Asuransi dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya)," ungkapnya.

Untuk pertama kalinya OJK akan memberikan SFA di tahun 2016, dan pemenangnya akan diumumkan bersama dengan penyelenggaraan forum ini.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Rahmat Patutie

Bagikan Artikel: