Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ela Bhatt: Penggagas Barisan Langkah Jutaan Perempuan Miskin Menuju Kemandirian

Ela Bhatt: Penggagas Barisan Langkah Jutaan Perempuan Miskin Menuju Kemandirian Kredit Foto: Nytimes.com
Warta Ekonomi, Jakarta -

Seperti yang umum ditemui di negara-negara berkembang, tenaga kerja di India masih didominasi oleh tenaga kerja sektor informal. Pada awal tahun 1970-an sekitar 93% dari tenaga kerja India bekerja di sektor informal. Jika hanya tenaga kerja wanita yang dilihat maka yang bekerja di sektor informal sekitar 94%.

Tenaga kerja yang mayoritas merupakan wirausaha mikro yang bersifat mempekerjakan diri sendiri (self-employed) atau buruh lepas ini jelas tidak dilindungi secara hukum. Mereka umumnya tidak memiliki kartu identitas, apalagi jaminan sosial. Mereka justru kerap dibayar dengan tarif di bawah upah minimum dan diperlakukan semena-mena melalui pemutusan hubungan kerja secara mendadak dan tanpa pesangon. Kehidupan mereka dapat dibilang memprihatinkan.

Selain memiliki tingkat pendapatan yang rendah, siklusnya pun tidak stabil. Mereka tidak setiap hari memiliki pendapatan. Akibatnya, tidak jarang mereka harus hidup di jalan karena tidak mampu menyewa tempat tinggal.

Persisnya di Ahmedabad, Provinsi Gujarat, cukup banyak tenaga kerja perempuan informal seperti itu yang mengais rezeki di sektor tekstil, baik sebagai pedagang kain bekas (self-employed) atau tenaga kerja pendukung seperti tukang panggul atau pendorong gerobak.

Tidak tahan mengalami banyaknya perlakuan tidak adil, melalui perantaraan seorang kontraktor kerja, sekelompok buruh dan wirausaha mikro wanita tersebut mengadukan nasib mereka ke Textile Labour Association (TLA), sebuah asosiasi buruh tekstil yang didirikan oleh Mahatma Gandhi pada 1917 di Ahmedabad. Asosiasi ini memang aktif melakukan advokasi untuk pemenuhan hak-hak buruh. Di TLA, sekelompok buruh informal tersebut dipertemukan dengan Ela Bhatt, pengacara spesialis tenaga kerja perempuan yang memimpin unit TLA bernama Women's Wing.

Segera setelah mendengar permasalahan tersebut, Ela Bhatt berkunjung ke tempat mereka bekerja dan bertemu dengan komunitas wanita tukang panggul. Hasilnya langsung ia tuangkan ke dalam sebuah artikel yang dimuat koran lokal. Dalam artikel itu kehidupan kerja komunitas perempuan tukang panggul dipaparkan dengan lugas, baik menyangkut upah yang sangat rendah dan tidak menentu, maupun perlakuan tidak adil lainnya.

Tulisan memang dapat memberikan dampak yang luar biasa. Beberapa pedagang kain menanggapi artikel tersebut dengan mengklaim bahwa mereka telah berlaku adil kepada para perempuan tukang panggul tersebut. Tak mau melewatkan kesempatan, klaim tersebut digunakan oleh Ela Bhatt sebagai manuver untuk membangun tekanan sosial kepada kalangan pedagang kain.

Sebagai pengikut setia Gandhi yang mengajarkan perlawanan damai, Ela Bhatt membangun tekanan sosial dengan cara mencetak klaim tersebut ke dalam bentuk kartu yang kemudian ia sebarluaskan ke kalangan pedagang kain dan buruh. Hal itu membuat pedagang kain merasa malu atau gengsi jika masih berlaku tidak adil kepada buruh perempuan yang mereka pekerjakan.

Keseluruhan peristiwa tersebut menjadi buah bibir masyarakat pada umumnya dan komunitas pekerja tekstil pada khususnya. Women?s Wing-TLA semakin banyak didatangi para wanita yang bekerja di sektor tekstil. Akhirnya, Ela Bhatt melalui Women?s Wing- TLA yang dipimpinnya memfasilitasi sebuah pertemuan umum yang dihadiri oleh para pedagang kain bekas dan ratusan buruh perempuan. Dalam pertemuan tersebut tercetus sebuah ide bahwa mereka membutuhkan asosiasi khusus untuk mewadahi aspirasi dan memfasilitasi kebutuhan mereka.

Pertemuan inilah yang menjadi tonggak pendirian Self Employed Women's Association (SEWA) pada bulan Desember 1971. Pada tahun 1972 SEWA resmi terdaftar secara hukum dengan Arvind Buch (pemimpin TLA) sebagai ketua dan Ela Bhatt sendiri sebagai sekretaris umum. Dari sini tersirat kebijaksanaan Ela Bhatt. Walaupun yang menggagas SEWA adalah dirinya, ia tetap mendahulukan atasannya di TLA untuk menjabat sebagai ketua SEWA. Baginya, jabatan tidak akan membatasi dirinya dalam berkarya. Dengan begitu banyak pengalamannya sebagai pengacara hak buruh dan latar belakang pendidikannya yang sempat mendapatkan diploma di bidang tenaga kerja dan koperasi dari Afro-Asian Institute of Labor and Cooperative di Tel-Aviv, Israel, Ela Bhatt membangun dan mengembangkan SEWA sebagai sebuah organisasi berbasis gerakan dari bawah (bottom-up movement).

Dalam hal pengelolaan, ia memfokuskan operasional organisasi untuk memenuhi dua kebutuhan utama anggota SEWA yaitu jaminan kerja dan kemandirian dengan cara yang fleksibel dan dijalankan berdasarkan prinsip Gandhi.

Fleksibilitas SEWA dapat digambarkan seperti pohon beringin. Seseorang akan kesulitan jika hendak menelisik pohon beringin karena tumpukan akar gantung yang menjuntai di batangnya tak jarang tampak seperti benang kusut. Namun, pohon beringin secara keseluruhan bersifat rindang sehingga mampu memberikan perlindungan yang luas. Lagipula, kerusakan pada satu akar gantung tidak memberikan pengaruh besar pada keseluruhan pohon. Seperti itulah konsep Ela Bhatt dalam mengelola SEWA sebagai organisasi dan gerakan.

Kalau dilihat dari luar, akan sulit mengidentifikasi pola kerja SEWA. Setiap cabang memiliki otonomi untuk mengatasi masalah yang ditemukan dan tidak ada pendekatan yang benar atau salah karena setiap masalah dan solusinya selalu didiskusikan dalam pertemuan rutin tingkat cabang. Hasil akhir dari langkah yang diambil oleh cabang-cabang kemudian dikomparasi di tingkat pusat.

Konsekuensi dari fleksibilitas ini membuat SEWA menjadi organisasi yang belajar secara organik atau alami. Para staf menjadi terbiasa mengambil risiko, dan bukan menghindarinya. Inovasi serta adaptasi menjadi hal yang lumrah. Mereka memandang bencana seperti gempa atau banjir, serta kekerasan umum sebagai sebuah kesempatan, bukan rintangan. Mereka juga bermotivasi tinggi, energik, dan penuh komitmen. Mereka merasa dipercaya sehingga sangat sedikit yang mengundurkandiri dari SEWA.

Fleksibilitas ini juga membuat SEWA memiliki kemampuan berkembang pesat karena mudah beradaptasi dan tumbuh tanpa kesulitan birokrasi sebagaimana sering dijumpai dalam sebuah korporasi besar. SEWA tumbuh sebagai organisasi dengan ideologi bukan dogma yang membuat SEWA mampu bekerja sama dengan organisasi apa pun untuk memberdayakan para perempuan miskin produktif.

Ela Bhatt sebagai penggagas dan pemimpin SEWA telah berhasil mengimplementasikan model manajemen partisipasi yang luar biasa efektif. Di tingkat cabang, SEWA memiliki tiga lapis kepengurusan, yaitu koordinator distrik, kepala tim, dan pengurus tingkat desa yang membantu kepala tim. Tugas utama kepala tim dan pengurus tingkat desa adalah menyosialisasikan SEWA dan merekrut anggota.

Sementara itu, koordinator distrik berfokus mengoordinasikan kegiatan dan hasil kerja setiap kepala tim dan pengurus tingkat desanya. Apabila para penduduk di suatu desa setuju untuk bergabung, pengurus akan mengangkat salah satu di antara mereka yang secara sukarela bersedia menjadi pemimpin desa. Pemimpin desa akan menjadi mitra dalam menyebarkan informasi lebih lanjut mengenai SEWA, manfaat bergabung, membantu para wanita desa mengidentifikasi kebutuhan mereka, dan melakukan proses peningkatan kapasitas.

Kerja tim yang luar biasa tersebut dapat dijalankan berkat sebuah prinsip yang dipegang teguh. Prinsip dasar Gandhi yaitu satya (kejujuran), ahimsa (tanpa kekerasan), dan brahmacharya (pengendalian diri berupa kesabaran dan kekuatan untuk bersandar pada diri sendiri, atau self reliance) adalah nilai-nilai yang selalu melekat dalam kegiatan SEWA, bahkan sering dinyanyikan dalam bentuk pelafalan sebelum memulai rapat atau pelajaran di SEWA Academy.

Selain itu, nilai kuat inklusi dan partisipasi selalu digiatkan meskipun hal tersebut membuat setiap pertemuan memakan waktu yang lama dan kurang efisien. Selain nilai-nilai tersebut, Ela Bhatt percaya bahwa berfokus pada wanita merupakan kunci konsistensi dan sukses SEWA selama lebih dari empat dekade ini.

Berkat kerja sama dan kerja keras, serta kebutuhan yang sama yaitu menuju jaminan pekerjaan dan kemandirian. Dengan mengandalkan modal awal berupa iuran keanggotaan, koperasi SEWA telah berkembang menjadi sebuah organisasi besar dan masih terus bertahan hingga saat ini. Sebagai gerakan, SEWA di Gujarat telah mewadahi 84 koperasi, 81 kelompok produsen di perdesaan, 6 organisasi jaminan sosial dan kelompok simpan pinjam, termasuk di dalamnya SEWA Bank dan Asuransi Kesehatan.

Produk-produk yang ditawarkan SEWA antara lain adalah produk keuangan mikro dan pusat fasilitas perdagangan. Selain itu, SEWA juga sudah bergerak secara nasional melalui National Alliance of Street Vendors of India, SEWA Bharat, Homenet India, dan Homenet South Asia; dan untuk level internasional melalui Homenet, Streetnet, dan SEWA in Turkey.

Dari Gujarat, SEWA berkembang ke provinsi-provinsi lain di India. Anggotanya saat ini sudah hampir dua juta perempuan pekerja atau wirausaha mikro. Melalui SEWA, upah buruh lepas berhasil ditingkatkan. Kini, hampir semua anggotanya sudah memiliki kartu identitas dan jaminan sosial. Dengan dukungan Bank Dunia, metodenya telah direplikasi di beberapa negara, seperti Afrika Selatan, Yaman, dan Turki.

Melihat dedikasi atas perjuangannya, tidak heran jika Ela Bhatt mendapatkan berbagai penghargaan seperti Ramon Magsaysay Award (1977), Right Livelihood Award (1984), Global Fairness Initiative Award dari Hillary Clinton (2010), serta Radcliffe Medal dan Indira Gandhi Prize for Peace (2011). Saat ini Ela Bhatt masih terus berkarya walau usianya sudah memasuki 82 tahun. Pemberdayaan perempuan miskin masih menjadi fokusnya. Baginya, merupakan sebuah kegagalan moral kita sebagai manusia jika masih menoleransi kemiskinan untuk terus ada di tengah masyarakat.

Sumber: Buku?Berani Jadi Wirausaha Sosial?

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ning Rahayu
Editor: Cahyo Prayogo

Tag Terkait:

Berita Terkait