Kredit Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute, Riski Wicaksono, menyatakan bahwa penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun 2018 ini tidak terlalu berdampak secara signifikan kepada kondisi perekonomian makro nasional.
Menurut Riski, pada skala makro, aktivitas Pilkada tidak terlalu berpengaruh terhadap fluktuasi yang terjadi kepada tingkat inflasi atau performa IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).
"Fluktuasi terhadap kondisi seperti bursa pasar dan beragam aspek ekonomi makro lebih terkait dengan gejolak kondisi perekonomian global, seperti kebijakan bank sentral Amerika Serikat," kata Riski Wicaksono dalam paparan hasil kajian The Indonesian Institute di Jakarta, Kamis (19/7/2018).
Namun, pada isi kampanye atau berbagai pemberitaan selama masa kampanye, para calon kepala daerah lebih banyak menyinggung mengenai isu ekonomi, terutama untuk sektor riil.
Sebagaimana diwartakan, hasil Pilkada serentak yang telah berlangsung diharapkan dapat memunculkan berbagai kepala daerah yang dapat memutuskan dampak buruk dari kekuatan perekonomian oligarki yang menghambat berbagai aspek kesejahteraan nasional.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Ratih Rahayu
Tag Terkait: