Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PPP Bela Jokowi Soal Politik 'Sontoloyo', Jawabannya 'Biasa Aja'

PPP Bela Jokowi Soal Politik 'Sontoloyo', Jawabannya 'Biasa Aja' Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Joko Widodo mengaku kelepasan saat berbicara tentang 'politikus sontoloyo'. Karena itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menganggap pernyataan Jokowi itu adalah manusiawi.

Wasekjen PPP, Achmad Baidowi (Awiek), mengatakan ungkapan politikus sontoloyo yang disampaikan Jokowi adalah hal yang biasa dan manusiawi. Namun selalu diserang oleh kubu oposisi dengan isu negatif dan bohong (hoax).

"Itu manusiawi karena selalu diserang dengan isu negatif, isu SARA, bahkan hoax," katanya di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Solan pernyataan koordinator juru bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang menyebut hal itu merupakan bentuk lemahnya kontrol diri Jokowi. Bagi Awiek, tudingan Dahnil tidak tepat. Sebab yang kontrol dirinya lemah itu adlaah yang menyebarkan hoax.

"Yang ternyata dampaknya sampai sekarang jagat politik gaduh akibat hoax Ratna Sarumpaet. Perilaku politik penyebar kebohongan tersebut yang harus dihindari," jelasnya.

Jokowi sebelumnya mengungkapkan alasan mengeluarkan istilah 'politik sontoloyo'. Mengaku kesal atas kondisi perpolitikan nasional yang diwarnai politik adu domba dan fitnah.

Karena kesal terhadap cara politik kotor itulah akhirnya Jokowi mengaku kelepasan mengeluarkan istilah 'politik sontoloyo'. Namun menegaskan tidak pernah sebelumnya menggunakan istilah itu.

"Inilah kenapa kemarin saya kelepasan, saya sampaikan 'politikus sontoloyo' ya itu. Jengkel saya. Saya nggak pernah pakai kata-kata seperti itu. Karena sudah jengkel ya keluar. Saya biasanya ngerem, tapi sudah jengkel ya bagaimana," terangnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Irfan Mualim
Editor: Irfan Mualim

Tag Terkait: