Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kementan Akselerasi Ekspor 7 Komoditas Perkebunan

Kementan Akselerasi Ekspor 7 Komoditas Perkebunan Kredit Foto: Kementan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah menargetkan peningkatan ekspor pertanian hingga tiga kali lipat melalui program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Khusus untuk subsektor perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) akan fokus pada tujuh komoditas.

"Pak Mentan meminta kami menyeleksi komoditas yang akan menjadi fokus untuk peningkatan ekspor perkebunan. Dari 137 komoditas kami seleksi menjadi 10 komoditas, lalu kami pilih lagi hingga menjadi tujuh komoditas, yaitu kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala, dan vanili. Ketujuh komoditas ini dipilih karena dinilai paling strategis untuk diakselerasi," ungkap Dirjen Perkebunan Kasdi Soebagyono saat membuka acara peringatan Hari Perkebunan 2019, di Malang, Selasa (10/12/2019). 

Menurut Kasdi, pengembangan komoditas-komoditas perkebunan strategis tersebut akan dikoordinasikan dalam kerangka program Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah, dan Daya Saing Perkebunan (Grasida). Dalam pelaksanaan program ini, Kementan akan merangkul berbagai pihak, termasuk BUMN dan swasta.

Baca Juga: Soal Gugatan Kementan kepada Tempo, Pengamat: Ini Tak Ada Kaitannya dengan Mantan Mentan Amran

"Sesuai dengan arahan Pak Menteri, tidak boleh ada yang bekerja sendiri. Kalau mau pertanian kita hebat, semua pihak harus bersinergi. Begitupun dengan korporasi petani yang saat ini kita bangun, petani harus ada mitra di sisinya. Swasta dan BUMN harus berperan sebagai mitra petani dan turut membantu petani agar terangkat pendapatan dan kesejahteraannya," ucapnya. 

Khusus untuk pembiayaan, Kementan tidak hanya akan mengandalkan anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Kasdi menyebutkan pihaknya akan menggandeng perbankan. 

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBN dan APBD. APBN dan APBD hanya stimulan. Kita butuh instrumen perbankan untuk pembiayaan pertanian, termasuk perkebunan," terang Kasdi.

Salah satu instrumen perbankan yang akan diperkuat adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pertanian disebut akan mendapatkan alokasi sebesar Rp50 triliun.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel:

Video Pilihan