Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Wah Keren! Kapal Tanker Ini Jadikan Minyak Goreng Bekas sebagai Bahan Bakar

Wah Keren! Kapal Tanker Ini Jadikan Minyak Goreng Bekas sebagai Bahan Bakar Kredit Foto: (Foto : Boldsky)
Warta Ekonomi, Jakarta -

Selama berminggu-minggu ke depan, Stena Bulk akan melakukan uji coba penggunaan 100 persen bahan bakar nabati terhadap kapal tanker MR. Jenis BBN yang digunakan disebut dengan MR1-100 biofuel yang berasal dari minyak goreng bekas dan dipasok oleh GoodFuels di Rotterdam, Belanda.

BBN tersebut telah disalurkan ke Stena Immortal dan akan digunakan untuk menyalakan mesin utama untuk menguji dan membuktikan kelayakan teknis dan operasional kapal tersebut.

Presiden dan CEO Stena Bulk, Erik Hånell mengatakan, "Dengan melakukan uji coba ini, kami ingin berkontribusi untuk mendorong industri dan membuka jalan menuju pelayaran yang lebih berkelanjutan."

Baca Juga: Dear 2020, Apakah Produksi Minyak Sawit Indonesia Akan Turun?

Lebih lanjut, Erik menambahkan, "Kami juga ingin menawarkan opsi tambahan kepada pelanggan kami untuk meminimalisasi dampak lingkungan di masa depan dan meskipun kami melakukan uji coba dalam operasi normal, kami ingin menunjukkan bahwa upaya untuk mencapai berkelanjutan tersebut tidak akan mengganggu bisnis inti."

Biofuel kompatibel dengan bahan bakar biasa, tetapi diproduksi dari biomassa atau biowaste, bukan menggunakan bahan bakar fosil. Meskipun biofuel memiliki berbagai jenis, tetapi Stena Bulk hanya menggunakan bahan bakar generasi kedua.

Artinya, bahan bakar tersebut diolah dari limbah berupa minyak goreng bekas sehingga tidak akan bersaing dengan stok minyak yang digunakan untuk produksi makanan.

Baca Juga: Hah? Kebun Sawit Hasilkan Padi?

Dengan menggunakan biofuel khusus ini, kapal tanker MR mampu mengurangi emis gas karbondioksida (CO2) sebanyak 83 persen. Selama uji coba ini, Stena Bulk menargetkan akan mampu mengurangi emisi gas CO2 sebanyak 690 MT.

Selain berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, bahan bakar ini juga menghasilkan kadar Sulfur Oksida (SOx) yang jauh lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil yang biasa digunakan.

Baca Juga: Wamen BUMN Ungkap 3 Tantangan Yang Dihadapi Industri Asuransi, Apa Saja?

Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: