Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta mencatat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 234 kasus. Sehingga jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 8.276 kasus.
Baca Juga: Gak Setuju Jakarta Terapkan Ganjil Genap untuk Motor, Gerindra: Bahaya Bos!
Kenapa kasus positif covid-19 masih bertambah banyak di Jakarta?
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan penambahan jumlah kasus positif ini karena adanya pending sample dari beberapa laboratorium swasta yang pada Sabtu dan Minggu libur. Karena itu pengerjaan spesimen dilakukan pada hari Senin.
"Sehingga, hasil tes sering meningkat pesat pada pelaporan hari Selasa," kata Ani di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020.
Selain itu, terdapat penambahan jumlah orang yang sembuh secara signifikan sebanyak 164 orang. Sehingga total 3.369 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 547 orang meninggal dunia.
"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.442 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.918 orang melakukan self isolation di rumah," katanya.
Secara kumulatif, pemeriksaan PCR telah dilakukan di DKI Jakarta sampai dengan 8 Juni 2020 sebanyak 179.682 sampel. Pada 8 Juni 2020, dilakukan tes PCR pada 2.343 orang, 1.762 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 194 positif dan 1.824 negatif. Dengan tambahan 40 kasus rapelan dari beberapa laboratorium swasta, sehingga total kasus baru 234 positif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: