Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Psikolog: Orang Lepas Masker Itu Namanya Egois

Psikolog: Orang Lepas Masker Itu Namanya Egois Kredit Foto: Antara/Irwansyah Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Psikolog Intan Erlita memetakan tiga karakter masyarakat terhadap wacana kenormalan baru atau new normal. Menurut dia virus Corona (Covid-19) masih terus ada meskipun tatanan baru akan diwujudkan.

Pertama, ia melihat adanya karakter orang yang berefouria dengan adanya new normal. Mereka cenderung mengabaikan protokol kesehatan. Padahal itu sangat berbahaya.

"Saya lihat ada tiga karakter. Pertama adalah mereka yang bereuforia. Begitu tahu new normal mereka bagai burung lepas dari sangkar tanpa mengindahkan protokol," ujar Intan dikutip dari Okezone, Rabu (10/6/2020).

Karakter masyarakat jenis kedua adalah mereka yang terpaksa harus keluar rumah di era new normal. Pada umumnya, masyarakat jenis ini keluar dari rumah hanya untuk keperluan mendesak.

"Kedua adalah fifty-fifty. Dia keluar hanya kebutuhan mendesak," imbuhnya.

Sedangkan karakter masyarakat ketiga ialah wait and see. Masyarakat jenis ini masih bisa bekerja dari rumah sehingga aman dari penularan Covid-19. "Yang wait and see ini masih bisa bekerja di rumah," tuturnya.

Intan tak bisa menjawab apakah masyarakat Indonesia sudah siap hidup berdampingan dengan new normal. Menurutnya hal itu tergantung kesadaran masyarakat sendiri.

"Ini tergantung kesadaran, balik ke kesadaran diri. Mau siapapun yang campaign kalau dia gak sadar ya gak akan berhasil. Kesadaran masyarakat kita masih kurang. Di jalan banyak orang lepas masker karena sesak, padahal gak boleh. Itu egois," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: