Kredit Foto: TASS/Vladimir Smirnov
Taliban juga membantah klaim itu, mencatat bahwa tindakannya tidak terkait dengan badan intelijen asing atau pemerintah, dan menjuluki tuduhan itu sebagai upaya untuk menghalangi penarikan pasukan AS dari Afghanistan.
Pada Juni, The New York Times mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah disajikan dengan laporan intelijen yang mengklaim bahwa Rusia dapat membayar hadiah kepada militan yang terkait dengan Taliban untuk membunuh pasukan AS dan koalisi di Afghanistan.
Trump membantah klaim itu, menggambarkan kisah pemberian hadiah oleh Rusia hanyalah kisah lain yang dibuat oleh Berita Palsu yang diceritakan hanya untuk merusak dirinya dan Partai Republik.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Fajria Anindya Utami
Tag Terkait: