Kredit Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Terkait itu, Wanto mengatakan bahwa apakah perlu dibuka jejak digital saat Presiden RI ke-6 yang juga mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kerap bicara tentang partainya di Istana Negara.
Ia pun mempertanyakan alasan elite Partai Demokrat yang harus capek mengurusi dapur PDIP, sedangkan dapur Demokrat sendiri sedang bermasalah.
Hal tersebut dikatakan terkait pemberitaan bahwa penetapan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat secara aklamasi digugat pendirinya, di antaranya adalah Subur Sembiring, Hengki Luntungan, Murtada Sinuraya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat.
“Jadi lebih baik Demokrat fokus dulu di internalnya dan mempersiapkan kadernya untuk bertarung di Pilkada 2020 daripada meramaikan soal penetapan Gibran,” katanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Vicky Fadil