Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ketika Para Ilmuwan Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Corona Ilegal

Ketika Para Ilmuwan Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Corona Ilegal Kredit Foto: Creative Commons

Vaksin lewat Facebook

Terdapat sejarah panjang mengenai ilmuwan yang menguji vaksin pada diri mereka sendiri dan juga anak mereka, tetapi akhir-akhir dekade ini praktik tersebut jarang dilakukan, ujar Susan E. Lederer, sejarawan medis di University of Wisconsin-Madison.

Apa yang secara etis dan hukum dapat diterima dalam hal menguji dan mengedarkan produk medis anda sendiri itu berbeda-beda, tergantung institusi dan negara yang bersangkutan.

Masalah dari produk milik Stine adalah, menurut Jaksa Agung negara bagian Washington Bob Ferguson, bukan karena ia menggunakannya.

Tetapi, akibat ia “menjual ‘vaksin’ ini pada orang-orang di Washington yang sedang ketakutan dan cenderung mencari obat ajaib ditengah pandemi global ini,” ujarnya dalam gugatan terhadap Stine. Gugatan tersebut juga mengutip klaim-klaim Stine mengenai keamanan dan efektifitas yang tidak didukung bukti apapun.

Bulan Maret lalu, beberapa bulan setelah Stine mengatakan bahwa ia telah memvaksinasi dirinya dan dua anak lelakinya, ia mengunggah sebuah iklan di halaman Facebook North Coast Biologics. Setelah puluhan tahun bekerja dengan antibodi, menurutnya membuat vaksin “itu mudah sekali,” ujar Stine ketika diwawancara.

Dalam iklan promosi di Facebooknya, ia mengklaim bahwa vaksin yang ia buat membuatnya imun dari virus Corona. Ia juga menawarkan vaksin tersebut pada “pihak-pihak yang tertarik” dengan harga 400 dolar (sekitar 6 juta rupiah) perorang.

Sebagai bagian dari kontrak yang Stine akhirnya buat dengan para jaksa, ia harus mengembalikan uang dari 30 orang yang telah membeli vaksin buatannya tersebut.

Wali Kota Friday Harbor mengatakan bahwa ia menyesal merespon pesan Stine lewat halaman Facebooknya, ketimbang secara pribadi. Tetapi, menurutnya ia tidak perlu meminta maaf hanya karena menerima formula temannya itu dengan gratis. “Saya lebih memilih memiliki sedikit perlindungan daripada tidak sama sekali dan terus menunggu dan menunggu,” ujar Ghatan.

Meskpun begitu, ia mengatakan kontroversi tersebut telah mengacaukan rencana mereka untuk bertemu. Tetapi jika nanti ada kesempatan lain, “Saya akan mengambilnya,” ujar sang Wali Kota seperti dikutip New York Times, Rabu 2 September 2020.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: