Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Garudafood Cetak Pertumbuhan Penjualan 10,9% di Kuartal III-2021

Garudafood Cetak Pertumbuhan Penjualan 10,9% di Kuartal III-2021 Kredit Foto: WE
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood), dalam paparan publik di kantor pusat Garudafood, Jakarta, memaparkan jika perusahaan mencatatkan kinerja positif di YTD 3Q2021 dengan total penjualan bersih sebesar Rp6.369 miliar atau tumbuh 10,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih yang dibukukan juga mengalami peningkatan sebesar 87,6% atau Rp370 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan diikuti dengan laba per lembar saham yang juga tumbuh sebesar 48,9%. Pertumbuhan positif dari segmen makanan sebesar 11,1% ini bersumber dari penjualan di pasar domestik yang ditopang oleh kontribusi produk snack coated, dairy, wafer stick, dan confectionary.

Baca Juga: Keuntungan Garudafood Milik Taipan Sudhamek Melonjak Drastis, Bertambah Ratusan Miliar Rupiah!

Di samping itu, kontribusi penjualan entitas anak usaha Garudafood, yaitu PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) yang diakuisisi pada Oktober 2020 lalu juga turut mengerek penjualan yang positif ini. Pada kuartal III-2021 penjualan KEJU tumbuh 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Paulus Tedjosutikno, Direktur Garudafood, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut meski di tengah pemberlakuan kebijakan PPKM yang ketat sejak adanya gelombang kedua Covid-19 di sebagian wilayah Indonesia. Pihaknya menyadari, pasar ritel belum pulih seutuhnya dan aktivitas masyarakat belum sepenuhnya normal. Meski begitu, Garudafood tetap optimis untuk terus bisa konsisten mempertahankan kinerja positif ini di tahun depan.

"Kami menyadari, kenaikan harga komoditas ikut berdampak pada harga pokok penjualan (COGS) kami. Namun, sejauh ini kami berusaha untuk menangani hal ini agar tidak dirasakan langsung oleh konsumen," terang Paulus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/11/2021).

Di samping itu, dalam upaya pemulihan ekonomi Indonesia, Garudafood mendukung penuh berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Salah satunya dengan melakukan upaya pencegahan dan penanganan pandemi agar tercipta lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan sehat yang berdampak pada peningkatan produktivitas dan menjaga ketersediaan produk di pasar.

Per Oktober 2021, dijelaskan Paulus, 95% karyawan Garudafood telah menerima vaksin dosis lengkap. Selain itu, pihaknya mengaku rutin melakukan screening karyawan dalam bentuk kuesioner yang wajib diisi setiap minggunya agar dapat diketahui mobilitas mereka. Bagi karyawan yang terpapar Covid-19, Paulus mengaku pihaknya juga memonitor progres penyembuhan mereka.

Seperti dilansir pada laporan keuangan Garudafood pada semester I-2021, Garudafood mencatatkan pertumbuhan 6,9% atau sebesar Rp3.914 miliar dan diikuti dengan pertumbuhan laba bersih yang menggembirakan, yakni 102% menjadi Rp232 miliar dari Rp115 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Di penghujung tahun 2021 ini, Garudafood tetap optimis dapat terus tumbuh dan mempertahankan kinerjanya dengan fokus pada pendistribusian dan pemerataan produk serta konsisten menjaga kualitas produk-produk Garudafood. Selain itu, Garudafood juga terus membuka dan menangkap peluang open collaboration dengan berbagai stakeholders untuk menunjang strategi pertumbuhan bisnis.

Pada tahun lalu, Garudafood meluncurkan merek Garuda Potato dan Garuda O’Corn yang merupakan produk pertama dari extend brand Garuda ke kategori non-peanut. Setelah satu tahun diluncurkan, Garuda Potato dan Garuda O’Corn mendapatkan sambutan yang sangat baik oleh masyarakat Indonesia sehingga mampu menjadi salah satu source of growth Garudafood di 2021 ini. Pada November 2021 ini, Garudafood akan mengedukasi masyarakat untuk sub-brand baru, yaitu Garuda Crunchy.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan