Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Luhut Kasih Kabar Kurang Menyenangkan: Enggak Ada Urusannya Pemuka Agama atau Tokoh Masyarakat...

Luhut Kasih Kabar Kurang Menyenangkan: Enggak Ada Urusannya Pemuka Agama atau Tokoh Masyarakat... Kredit Foto: Instagram/Luhut Binsar Pandjaitan
Warta Ekonomi -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan kabar kurang menyenangkan tentang dampak dan bahaya pandemi Covid-19. Ia juga meminta kepada seluruh pihak untuk tidak mempolitisasi pandemi Covid-19.

"Enggak ada urusannya pemuka agama atau tokoh masyarakat lain, kalau dia kena Covid-19, pasti kena," ujar dia, belum lama ini.

Baca Juga: Masyarakat Indonesia Banyak yang Gak Tahu, Ternyata Luhut Sering Sedih dan Ingin Menangis

Luhut menegaskan bahwa virus Covid-19 tak memandang siapa orang yang diserang.

"Kepala negara pun juga bisa, lihat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson itu kemarin dia kena," ungkapnya.

Oleh karena itu, Luhut meminta seluruh pihak yang belum terkena Covid-19 untuk tidak sombong. "Kita semua harus kompak menghadapi pandemi Covid-19," terang dia.

Terkait ekonomi, Luhut menyarankan agar publik percaya kepada pemerintah. Pasalnya, pemerintah sudah menangani persoalan ekonomi di tengah pandemi dengan baik.

"Indonesia juga sudah mendapat apresiasi dalam melakukan penanganan ekonomi di tengah pandemi," paparnya.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan ada 64 juta kelompok UMKM di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan 50 persen dari 64 juta tersebut bisa melakukan digitalisasi.

"Setidaknya 32 juta UMKM bisa melakukan digitalisasi lewat pelatihan yang dilakukan oleh tim Gernas Bangga Buatan Indonesia (BBI)," tuturnya.

Baca Juga: Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Imbau Perusahaan Tak Beri Cuti Akhir Tahun

Baca Juga: Jokowi Digugat ke Pengadilan Negeri Soal Dugaan Ijazah Palsu saat Pilpres 2019, Kalau Terbukti: Ngeri! Berarti Mereka...

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Cahyo Prayogo

Advertisement

Bagikan Artikel: