Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

3 Ustaz Ditangkap Densus 88, MUI: Harus Diuji di Pengadilan

3 Ustaz Ditangkap Densus 88, MUI: Harus Diuji di Pengadilan Kredit Foto: Viva
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tiga ustaz ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror lantaran diduga terkait terorisme jadi perhatian publik. Apalagi, salah seorang ustaz yang ditangkap merupakan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, menyampaikan pihaknya sudah punya sikap terkait hal ini. Dia menegaskan terorisme adalah musuh negara. Menurut dia, perlu diuji di pengadilan soal tiga ustaz yang diamankan Densus dan sudah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat kegiatan terorisme.

Baca Juga: Tiga Ustaz Ditangkap Densus 88, Keluarga Temui Kapolri Listyo

"Kalau versi BNPT, versi Densus mereka terlibat. Kan gitu ya. Akan tetapi, itu kan harus diuji di pengadilan. Bagi saya, MUI mengimbau ya supaya persoalannya diselesaikan secara cepat diproses di bawa ke pengadilan untuk diadili," kata Anwar, melansir VIVA, Kamis (18/11/2021).

Dia bilang, dengan uji di pengadilan, hakim yang memutuskan, tiga ustaz itu terlibat praktik terorisme atau tidak. "Memang terlibat dalam praktik terorisme atau tidak? Begitu posisi MUI seperti itu," tuturnya.

Pun, ia mengakui salah seorang yang ditangkap, yakni Ahmad Zain An-Najah, adalah salah satu anggota pengurus Komisi Fatwa MUI. Menurutnya, MUI sudah memutuskan menonaktifkan Ahmad Zain dari kepengurusan agar yang bersangkutan bisa fokus menjalani proses hukum.

Meski demikian, ia mengingatkan agar tetap diberlakukan juga asas praduga tak bersalah terhadap Ahmad Zain. "Yang kedua, hak-hak yang bersangkutan sebagai warga negara juga harus dihormati. Dan, keadilan harus ditegakkan," sebut Anwar.

3 Ustaz Tersangka

Sebelumnya, Densus 88 sudah resmi menetapkan Ustaz Farid Okbah, Ahmad Zain An-Najah, dan Anung Al-Hamad sebagai tersangka dalam dugaan kasus terorisme. Ketiga ustaz tersebut diduga punya keterlibatan dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI).

Penangkapan tiga pendakwah tersebut dilakukan di tempat terpisah di Jawa Barat pada Selasa, 16 November 2021.

Pihak Polri melalui Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, menjelaskan, ada puluhan tersangka yang menyebut keterlibatan tiga ustaz yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat pada Selasa, 16 November 2021.

"Ada 28 BAP (berita acara pemeriksaan) tersangka, keterangan ahli dan juga dokumen-dokumen yang menjurus kepada para tersangka, yaitu FAO, tersangka ZA dan tersangka AA," kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta pada Rabu, 17 November 2021.

Rusdi menyampaikan, 28 orang tersangka teroris sebelumnya menyebut Farid Okbah dan Zain An-Najah masuk dalam struktur organisasi Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA).

"Di mana, tersangka AZA sebagai Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf, dan tersangka FAO sebagai anggota Dewan Syariah," ujarnya.

Sementara, Anung sebagai pendiri Perisai yang merupakan badan untuk melakukan perbantuan hukum terhadap anggota teroris kelompok JI. Tiga orang itu kemudian ditangkap Densus 88. 

"Jadi, upaya-upaya penegakan hukum terus dilakukan dan mendapatkan beberapa keterangan yang dijadikan petunjuk oleh Densus 88 untuk menuntaskan kasus kelompok teror JI ini," kata dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel: