Semester I-2022, Oil World: Harga Minyak Nabati Diperkirakan Turun

Semester I-2022, Oil World: Harga Minyak Nabati Diperkirakan Turun Kredit Foto: Antara/Syifa Yulinnas

CEO Oil World, Thomas Mielke, mengatakan bahwa harga minyak nabati, terutama minyak kelapa sawit sejak Oktober 2021, tercatat merangkak naik dan mencapai rekor tertinggi selama beberapa tahun terakhir.

"Harga minyak sawit mentah (CPO) Indonesia mencapai harga premium (lebih tinggi) dibanding dengan harga minyak kedelai dari Argentina pada awal November 2021," kata Mielke, dilansir InfoSAWIT.com.

Baca Juga: Kemenperin: Dalam 5 Tahun Terakhir, Hilirisasi Sawit Meningkat Signifikan

Disampaikan Mielke, adanya kenaikan harga minyak nabati ini langsung mendapat reaksi dari konsumen global. Konsumen mulai melakukan aksi menahan permintaan dengan mengurangi penggunaan minyak nabati. "Ini dilakukan di seluruh pasokan minyak nabati di dunia," tutur Mielke.

Lebih lanjut Mielke mengatakan, dengan mengasumsikan iklim berada pada kondisi cuaca normal, Oil Word memprediksi produksi minyak nabati di dunia akan melimpah selama periode 2021/2022.  Lantas, stok minyak nabati global pun mulai kembali pulih.

"Harga komoditas di 2022 akan mulai melemah, diawali dengan melemahnya harga minyak bunga matahari, disusul minyak sawit kemudian minyak kedelai," kata Mielke.

Tingginya harga minyak nabati, ungkap Mielke, tidak akan berlangsung lama. Hal ini diakibatkan melimpahnya produksi dan terpenuhinya stok. "Kami perkirakan penurunan harga minya sawit dan minyak kedelai terjadi pada periode Januari-Juni 2022," tandas Mielke.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini