Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jangan Pilih Anies Jadi Presiden! Dia Dekat Dengan Petinggi Teroris! Beneran Nih?

Jangan Pilih Anies Jadi Presiden! Dia Dekat Dengan Petinggi Teroris! Beneran Nih? Kredit Foto: Twitter/Anies Baswedan

Qadarawi juga dituding seperti itu dikarenakan dirinya kerap melontarkan pendapat-pendapat yang dinilai cenderung seperti mendukung gerakan ektrem Islam di timur tengah. Namun terikait hubungan dengan ISIS, Qadarawi belum pernah diberitakan memiliki hubungan khusus dengan kelompok teroris tersebut. Ia bahkan dikabarkan sangat menentang sepak terjang organisasi tersebut dan pernah diakui oleh Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj.

"Ia (Said Aqil) menurutkan, keberadaan ISIS sudah ditolak oleh semua Ulama Internasional, misalnya Syech Yusuf Al-Qadarawi dan Syech Wahbah Zuhaili. Keberadaan ISIS patut dipertanyakan kenapa muncul ketika Israel menggempur Gaza," dikutip dari artikel Detik.com yang terbit pada 8 Agustus 2014 lalu, Senin (29/11/2021).

Selain itu, Qadarawi juga sempat berkunjung ke Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 silam. Dalam kesempatan itu, Qadarawi pernah menyatakan bahwa dirinya kagum dengan Indonesia melaksanakan prinsip demokrasi sekaligus pluralitas yang merupakan kontradiksi dari paham ekstrem yang dianut ISIS.

Sementara, Anies Baswedan sendiri juga sudah berulang kali menyebutkan bahwa dirinya tidak termasuk ke dalam golongan kaum ekstrimis dan mengakui dirinya menjunjung tinggi toleransi. Yang terbaru, dirinya sempat kembali mengatakan hal ini dalam podcast Deddy Corbuzier beberapa waktu lalu, yang mana mengklaim bahwa tudingan intoleran terhadap dirinya tak ada bukti.

Narasi yang diangkat oleh pemilik akun Asih Artanti Oesman tersebut juga faktanya merupakan hoaks lama yang sudah sering beredar di masyarakat. Adapun hoaks ini, merujuk pada "7 Tipe Mis dan Disinformasi" tergolong ke dalam kategori 'misleading content' atau konten menyesatkan, yakni penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu.

Halaman:

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel:

Video Pilihan