Infobip: Tips Bagi Startup Jalankan Bisnis dan Customer Engagement dengan Omnichanel

Infobip: Tips Bagi Startup Jalankan Bisnis dan Customer Engagement dengan Omnichanel Kredit Foto: Unsplash/Mario Gogh

Pertumbuhan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia terus menjadi tren yang membawa dampak positif. Menurut laporan Startup Ranking, jumlah startups yang beroperasi di Indonesia saat ini adalah 23.141 – tertinggi di Asia Tenggara.

Munculnya berbagai online platform terus membuat industri digital semakin kompetitif dan tangguh demi bisa terus bertahan. Faktanya, meningkatnya permintaan konsumen akan interaksi yang dipersonalisasi semakin mempercepat tingkat pertumbuhan startup selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Tren Ekonomi Digital Commerce Bakal Beralih di Tahun 2022

Country Manager Infobip untuk Indonesia, Rifa Haryadi mengatakan sebagai hasilnya, interaksi pelanggan kini menjadi fokus utama pertumbuhan semua bisnis. Bagi sebagian besar bisnis, kunci penting untuk memastikan mereka mencapai tujuan interaksi pelanggan adalah dengan "berpikir omnichannel".

“Startup harus fokus untuk secara konsisten terlibat dengan audiens di berbagai saluran sehingga operasi mereka dapat bergerak maju di dalam ekonomi digital. Dengan kata lain, startup harus mengalihkan fokus mereka dari “empat P” pemasaran, yaitu Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat), dan Promotion (Promosi), ke “P yang kelima”, yaitu People (Orang),” ungkapnya melalui sebuah pers rili, Selasa (30/11).

Lebih lanjut, Rifa menjelaskan tugas utama omnichannel adalah menyediakan pengalaman menyeluruh demi memberikan user journey yang konsisten, kontekstual, dan unik di seluruh platform komunikasi baik untuk marketplace, jejaring sosial, maupun portal percakapan.

“Karena, dengan mengalihkan fokus dari produk ke pelanggan, startup dapat menawarkan produk dan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan calon pelanggan secara offline dan online,” tambahnya.

Menurut Laporan McKinsey & Company secara khusus menunjukkan bahwa 71% konsumen yang diteliti akan terus menggunakan saluran digital setelah pandemi dan 25% lainnya melihat saluran digital sebagai solusi jangka panjang. Melihat hal itu Rifa mengungkapkan, pergeseran struktural dalam perilaku konsumen ini telah memberikan penekanan yang lebih besar pada pemasaran digital. Untuk memenuhi permintaan pelanggan akan hyper-engagement, para pelaku bisnis harus menjangkau para pelanggan ini dengan konten yang imersif dan interaktif.

“Untuk itu, diperlukan platform komunikasi digital untuk mengumpulkan dan memberikan customer experience yang terbaik dan bermanfaat baik bagi bisnis maupun konsumen,” jelasnya.

Hal ini, kata Rifa bisa dimulai dari menyediakan aksesibilitas, customer recognition, penyelesaian masalah, hingga meningkatkan kompetensi, promise fulfillmen, helpfulness, creating value for time, dan tentu saja personalisasi untuk setiap orang.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini