Makin Banyak Diminati, Opsi Paylater Kredivo Sentuh Lapisan Masyarakat Underbanked

Makin Banyak Diminati, Opsi Paylater Kredivo Sentuh Lapisan Masyarakat Underbanked Kredit Foto: Nuzulia Nur Rahma

Industri fintech yang terus tumbuh dan berkembang ditunjukkan makin banyaknya penyelenggara fintech yang terdaftar dan berizin, ragam solusi jasa keuangan yang ditawarkan, serta adopsi pemanfaatan di pasar, salah satunya platform kredit digital Kredivo. Dalam sebuah acara virtual, VP Marketing and Communications Kredivo, Indina Andamari, mengatakan bahwa tren penggunaan platform finansial terus meningkat dari waktu ke waktu.

Ia menjelaskan pertumbuhan tersebut didukung oleh banyaknya kelompok masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan (unbanked dan underbanked), penetrasi internet yang berkembang dengan pesat, jumlah pengguna ponsel dan media sosial yang tumbuh dengan cepat, jumlah penduduk usia kerja yang tinggi, lingkungan regulasi yang kondusif, serta investasi yang kian meningkat.

Baca Juga: Belanja Perabotan Gak Usah Bingung, Sekarang Bisa Pakai Pay Later Kredivo di Ruparupa.com

"Hadirnya Paylater memberikan keuntungan baik untuk masyarakat dan juga pelaku e-commerce. Masyarakat bisa memenuhi kebutuhan mereka secara cepat, mudah, dan aman tanpa harus mengkhawatirkan cashflow mereka," kata Indina, Kamis (2/12/2021).

Di sisi lain, ia menyampaikan paylater juga menguntungkan untuk e-commerce atau merchant karena dapat membantu mereka meningkatkan nilai rata-rata serta frekuensi pembelanjaan dengan menawarkan keleluasaan bagi pelanggan untuk membayar nanti secara berkala.

"Paylater telah terbukti menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan industri e-commerce yang paling signifikan, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di ranah global," ujarnya.

Adapun pandemi ini juga telah mengubah preferensi belanja masyarakat saat bertransaksi online. Menurut Laporan Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia 2021 berdasarkan transaksi di 6 e-commerce terbesar di Indonesia dan juga 10 juta sampel transaksi yang dilakukan oleh 1 juta sampel pengguna Kredivo, terlihat adanya peningkatan adopsi teknologi pembayaran baru yang didasari oleh keinginan konsumen akan jasa pembayaran digital yang baru, cepat, dan fleksibel.

Paylater pun berpotensi makin diminati sebagai pembayaran pilihan yang cepat, aman, dan nyaman. Pada tahun 2020, dua metode pembayaran digital teratas di e-commerce adalah e-wallet dan transfer bank, hal ini wajar mengingat percepatan adopsi digital selama pandemi.

Sementara itu, 27% konsumen telah menggunakan PayLater dan menjadikannya alternatif pembayaran cicilan yang populer selain kartu kredit untuk menawarkan pembiayaan point-of-sale (POS) instan untuk berbelanja online.

"Untuk dapat terus mendorong pertumbuhan ini serta menciptakan ekosistem yang sehat, tentunya diperlukan sinergi dari berbagai pihak seperti pelaku usaha, regulator, serta asosiasi. Bulan Fintech Nasional dan Indonesia Fintech Summit menjadi wadah yang tepat untuk bisa saling bertukar pandangan serta menginisiasi kolaborasi antar lini dalam ekosistem digital," sambung Indina.

Untuk diketahui, jumlah perusahaan fintech startup yang terdaftar sebagai anggota AFTECH meningkat dari 24 menjadi 275 pada akhir tahun 2019, dan pada akhir kuartal IV tahun 2021 sudah mencapai 335. Menyikapi tren tersebut, adopsi fintech di pasar terus meningkat.

Berdasarkan statistik Bank Indonesia (BI), jumlah instrumen e-money di Indonesia telah mencapai 513.968.693 pada Agustus 2021, sedangkan pada periode yang sama, akumulasi penyaluran pinjaman mencapai Rp249 triliun kepada 68,41 juta penerima pinjaman (borrower) dengan jumlah transaksi mencapai 479 juta.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini