Boni Hargens Tolak Presidential Threshold Nol Persen, Takut Habib Rizieq Maju Capres: Berbahaya...
Kredit Foto: Antara/Reno Esnir
"Itu sulit dikenalikan karena begitu banyak pemain yang menganggu presiden terpilih," katanya.
Boni Hargens mengakui bahwa secara teoritis presidential threshold nol persen memang lebih demokratis.
Sebab, menurutnya, penghapusan ambang bataspresiden membuat pemilih punya banyak pilihan sehingga kebebasan menjadi optimal dalam menentukan pemimpin.
"Akan tetapi, untuk konteks di Indonesia, hal itu belum cukup. Karena kita masih berhadapan dengan pergolakan ideologis," tandasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Alfi Dinilhaq