Kredit Foto: Kementerian ESDM
Harga minyak dunia turun sekitar 2% ke level terendah dalam sepekan pada Kamis (22/1). Penurunan terjadi seiring meredanya risiko geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melunakkan ancaman terkait Greenland dan Iran, serta munculnya sinyal positif menuju penyelesaian perang Rusia-Ukraina.
Dilansir dari Reuters, Jumat (23/1), Harga minyak mentah Brent turun 2,2% ke US$63,80. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 2,4% ke US$59,17.
Trump mengatakan telah mengamankan akses penuh dan permanen Amerika Serikat ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO. Di sisi lain, para pemimpin Uni Eropa menyatakan akan meninjau ulang hubungan dengan AS setelah ancaman tarif dan penggunaan kekuatan militer dari Trump mengguncang kepercayaan transatlantik.
“Terjadi penurunan premi risiko terkait krisis Greenland dan risiko pasokan dari Iran juga berkurang,” kata Kepala Analis Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen.
Trump juga menyatakan berharap tidak ada aksi militer AS lanjutan terhadap Iran, namun menegaskan Washington akan bertindak jika Teheran kembali mengembangkan program nuklirnya.
Dari Eropa Timur, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa ketentuan jaminan keamanan bagi Ukraina telah disepakati setelah pembicaraan dengan Trump, meski isu krusial terkait wilayah yang diduduki Rusia masih belum terselesaikan.
Amerika Serikat dan Ukraina telah menjalani diplomasi intensif selama berminggu-minggu untuk mendorong kesepakatan damai setelah hampir empat tahun perang. Jika kesepakatan tercapai dan sanksi terhadap Rusia dicabut, pasokan minyak global berpotensi meningkat mengingat Rusia merupakan produsen minyak terbesar ketiga dunia.
Di Amerika Selatan, perusahaan perdagangan energi Vitol dan Trafigura dilaporkan mulai mengekspor bahan bakar minyak dari Venezuela di bawah kesepakatan yang didukung AS.
Pemerintah Venezuela juga mengusulkan reformasi besar undang-undang migas yang memungkinkan perusahaan asing dan lokal mengelola ladang minyak secara mandiri dan menerima hasil penjualan meski hanya sebagai mitra minoritas PDVSA.
Baca Juga: BPH Migas Bongkar Modus Helikopter BBM Subsidi di Aceh
Peningkatan ekspor minyak dari Venezuela berpotensi menambah pasokan global dan menekan harga minyak lebih lanjut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Advertisement