Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Luhut 'Gemas': Ke Luar Negeri Shopping Tapi Tidak Mau Karantina di Hotel, Maunya yang Gratis...

Luhut 'Gemas': Ke Luar Negeri Shopping Tapi Tidak Mau Karantina di Hotel, Maunya yang Gratis... Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koprdinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara mengenai penumpukan penumpang Pelaku Perjalanan Luar Negeri atau PPLN di Bandara Soekarno-Hatta yang terlantar akibat menunggu proses Karantina. 

Menurut Luhut, banyak dari PPLN tersebut ingin mendapatkan fasilitas Karantina secara gratis.

Luhut meminta kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk melakukan razia di Soekarno-Hatta. Menurutnya, banyak oknum yang menyebarkan video yang tidak menampilkan informasi secara utuh.

Baca Juga: Tangani Penyebaran Omicron, Indonesia Belajar dari 3 Negara di Dunia

"Banyak yang belanja ke luar negeri shopping, tapi tidak mau karantina di hotel padahal dia bisa. Dia minta supaya dia di karantina ke wisma atlet karena gratis," kata Luhut, Senin 20 Desember 2021

Luhut, mengaku akan mengambil tindakan tegas untuk warga yang tidak patuh aturan karantina. Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, kerja sama seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan.

"Ini akan kita ambil tindakan orang-orang yang melakukan hal semacam ini jadi jangan membuat gosip-gosip yang tidak perlu. Semua harus kita lakukan secara terukur," kata Luhut

Seperti diketahui, Bandara Soetta mendadak viral di media sosial. Dalam video yang beredar terjadi penumpukan WNI yang baru tiba dari luar negeri. 

Lewat video berdurasi sekitar 2 menit, menunjukkan banyaknya penumpang yang terlantar di Terminal 3 untuk karantina. Tampak penumpang duduk di lantai bahkan sampai tertidur di conveyor bagasi.

Baca Juga: Gimana Ini Pak Jokowi? Ternyata Oh Ternyata Calon Ibu Kota Baru Banjir Juga!

Baca Juga: PAN Jateng Dukung Pencapresan Ganjar Pranowo, Pengamat: Bisa Dapat Tiket Capres KIB

Baca Juga: Asal Muasal Presidential Threshold 20 Persen Gegara Kemenangan SBY di Pilpres 2004, Ini Nih Biang Keroknya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: