Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mutasi Firli Bahuri Membuat Publik Bertanya-tanya, Pengamat: Keanehan Ini, Saya Kira...

Mutasi Firli Bahuri Membuat Publik Bertanya-tanya, Pengamat: Keanehan Ini, Saya Kira... Kredit Foto: Antara/Setpres/Agus Suparto/Handout
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat Politik Dedi Kurnia Syah memberi tanggapan terkait Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang dimutasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam rangka pensiun.

Menurutnya, hal tersebut merupakan permasalahan lama yang telah dikritik oleh para pakar hukum dan aktivis namun tak pernah didengarkan.

“Keanehan ini, saya kira semuanya sudah tahu. Termasuk juga Presiden Jokowi pasti mengetahui hal ini,” ujar Dedi kepada GenPI.co, Selasa (21/12).

Namun dmeikian, sayangnya, menurut Dedi keanehan tersebut tetap saja berjalan. Bahkan, cenderung diabaikan.

“Kami sebagai warga negara menyaksikan bahwa KPK seolah-olah menjadi kantor kepolisian cabang kuningan. Cap itu sudah muncul sejak lama bukan hari ini saja,” katanya.

Baca Juga: Habib Bahar: Jangankan Dudung Abdurachman, Jika Bapak Saya Salah Akan Saya Lawan Kesalahannya!

Dirinya lantas meragukan lembaga antirasuah. Pasalnya, menurut dia masih banyak permasalahan serius di tubuh KPK yang kerap diabaikan.

“Jangankan persoalan administrasi semacam itu, hal-hal yang jelas melanggar kode etik saja di KPK tetap bertahan,” katanya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Prabowo memutasi Firli Bahuri, perwira tinggi (Pati) berpangkat Komjen yang juga Ketua KPK.

Dimutasinya Firli termuat dalam telegram ST/2568/XII/KEP./2021 tanggal 17 Desember 2021.

Telegram itu ditandatangani AS SDM Kapolri Irjen Pol Wahyu Widada atas nama Kapolri.

Ketua KPK Firli Bahuri, sebelumnya adalah pati Bareskrim dan dimutasi sebagai Pati Bareskrim dalam rangka pensiun.

Baca Juga: Habib Bahar Kembali Dipolisikan, Sikap PA 212 Nggak Tanggung-tanggung: Sudah Dipastikan...

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan