Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Aneh Kalau Laporkan Gibran dan Kaesang ke KPK, Ubedilah Itu Seperti....

Aneh Kalau Laporkan Gibran dan Kaesang ke KPK, Ubedilah Itu Seperti.... Kredit Foto: Twitter/Sejhagad
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS, mengatakan ada keanehan dalam pelaporan dosen Univervitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, terhadap dua putra Presiden Joko Widodo, yakni Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep.

Fernando melihat bahwa laporan tersebut belum memiliki bukti yang cukup. Alhasil, laporan dari Ubedilah Badrun ini terkesan sangat tendensius dan sangat politis. 

"Sepertinya Ubedilah kurang memiliki cukup bukti untuk melaporkan kedua anak Presiden Jokowi tersebut ke KPK," kata Fernando kepada GenPI.co, Minggu (16/1). Baca Juga: Suntikan Dana ke Bisnis Gibran Bikin Curiga Setengah Mati: Kalau Ada yang Laporan ke KPK Itu....

Fernando menduga bahwa Ubedilah hanya membuat asumsi sendiri atas pelaporan mengenai investasi yang dilakukan oleh perusahaan Gibran dan Kaesang sehingga tidak ada bukti permulaan yang kuat.

"Saya melihat tindakan Ubedilah sangat bernuansa politik sehingga sebagai seorang ASN sudah tidak lagi menjaga netralitas," ujarnya.

Fernando mengatakan, tindakan Ubedilah melaporkan Gibran dan Kaesang bisa saja dilakukan untuk kepentingan kelompok politik tertentu.

Selain itu, laporan Ubedilah ini juga telah menimbulkan efek opini buruk kepada Presiden Jokowi, Gibran dan Kaesang Pangarep.

"Saya beranggapan bahwa Ubedilah sudah melanggar UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara pasal 2 bagian f tentang netralitas ASN," katanya.

Menurutnya, sudah sepatutnya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan Badan Kepegawaian Negara mengambil tindakan tegas kepada Ubedilah.

"Pemecatan dari ASN dan dosen di UNJ," pungkas Fernando. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Lestari Ningsih

Bagikan Artikel:

Video Pilihan