Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sudah 'Disambut' Kambing di Lokasi Formula E, Eh PSI Disebut Salah Alamat Kritik Anies Baswedan

Sudah 'Disambut' Kambing di Lokasi Formula E, Eh PSI Disebut Salah Alamat Kritik Anies Baswedan Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota sukarelawan Anies Baswedan, Geisz Chalifa menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak tepat mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jika untuk menjatuhkannya di bursa Pilpres 2024.

Sebab, menurutnya Anies tak memiliki apa-apa untuk maju menjadi calon presiden, kecuali dengan prestasi.

"Karena kan kalau dia beneran partai, yang dia kritik adalah kekuasaan yang punya alat, aparat, kepolisian, tentara dan sebagainya, itu yang dikritik,” ucap Geisz dalam diskusi di Pasar Minggu, Jakarya Barat, Minggu (23/1).

“Anies Punya apa? Tidak punya apa-apa. Mau maju pilpres? Tiket partai tidak punya," ucap dia.

Dia juga memaparkan sejumlah prestasi yang dicapai Anies Baswedan selama memimpin DKI Jakarta.

Baca Juga: Mas Anies Baswedan Tega! Hanya Butuh 47 Detik Bungkam Ocehan Giring: Jangan Nyanyi di Sini, Berisik!

"Dia punya hanya prestasi, empat tahun berturut-turut WTP (wajar tanpa pengecualian). Jakarta macet turun jauh indeksnya, banjir turun jauh. Kan catatannya semua ada," kata Geisz

Selain itu, Geisz menduga PSI sengaja bersikap demikian untuk mendompleng elektabilitas partainya.

"Kemudian ada noise dari PSI, ya wajar aja. Mereka mau naik elektabilitas lewat mana, kalau tidak lewat Anies,” ucapnya.

Seperti diketahui, Anies Baswedan dan Ketua Umum PSI Giring Ganesha berbalas sindir, bahkan makin panas.

Hubungan Anies dan PSI makin panas setelah Giring Ganesha melempar serangan 'pembohong' dan menolak Anies menjadi pemimpin Indonesia selanjutnya.(*)

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan