Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kebun Sawit Hilangkan Biodiversitas Paling Besar? Masa Sih!

Kebun Sawit Hilangkan Biodiversitas Paling Besar? Masa Sih! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ekspansi perkebunan sawit dalam tiga dekade terakhir di Indonesia menimbulkan tudingan dari pihak antisawit bahwa perkembangan tersebut telah menyebabkan kerusakan lingkungan. Salah satu isu yang berkembang seiring dengan pengembangan perkebunan sawit yakni terjadinya penurunan biodiversitas (biodiversity loss). 

Lantas, benarkah tudingan tersebut?

Melansir studi literatur dari PASPI Monitor pada Rabu (26/1/2022), dengan menggunakan indikator Species Richness Loss (SRL) per liter minyak yang dihasilkan sebagai ukuran biodiversity loss ditemukan bahwa SRL minyak kedelai 284 persen diatas SRL minyak sawit, SRL minyak rapeseed 79 persen diatas SRL minyak sawit, dan SRL minyak biji bunga matahari 44 persen diatas SRL minyak sawit. 

Baca Juga: Bensin Sawit Merupakan Bahan Bakar Nabati Berkualitas Tinggi

“Artinya dengan SRL sebagai indikator biodiversity loss menunjukkan bahwa minyak sawit adalah minyak nabati yang paling rendah biodiversity loss-nya. Sementara, minyak nabati yang paling besar biodiversity loss-nya adalah minyak kedelai,” catat laman PASPI. 

Tidak hanya itu, studi IUCN pada 2018 menyebutkan bahwa minyak sawit merupakan tanaman penghasil minyak nabati yang paling efisien dalam penggunaan lahan dibandingkan tanaman minyak nabati. Bahkan, untuk menghasilkan minyak dengan volume yang sama, minyak nabati lain membutuhkan sembilan kali lebih banyak lahan. 

“Penggantian minyak sawit dengan minyak nabati lainnya akan menyebabkan eksploitasi lahan yang lebih besar dan mengancam biodiversitas,” catat laman PASPI. 

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Alfi Dinilhaq

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan