Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ini Suara Lantang Mbak Puan yang Kutuk Keras Temuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

Ini Suara Lantang Mbak Puan yang Kutuk Keras Temuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua DPR RI, Puan Maharani, murka dengan mengutuk keras perihal isu sel kerangkeng di kediaman Bupati Langkat.

Anak dari Megawati Soekarnoputri ini meminta Polri mengusut tuntas temuan sel kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin.

"Saya mengutuk keras apabila temuan mengenai perbudakan manusia di Langkat benar terjadi," geram Puan pada Rabu (26/1) kemarin.

"Ini kasus yang serius dan harus segera diusut," tambahnya.

Lebih lanjut, Puan juga meminta jangan sampai ada lagi perbudakan di mana pun di Indonesia, sehingga pihak berwajib harus menyelidiki permasalahan tersebut dengan saksama

Selain itu, dia berharap jajaran Polri di seluruh daerah memantau kondisi di wilayahnya masing-masing untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa.

"Saya minta pihak berwenang, pihak berwajib untuk segera mengusut hal tersebut sehingga tidak terjadi lagi," tegasnya.

"Saya yakin Polri yang bekerja sama dengan instansi terkait akan tegas melakukan upaya hukum manakala ada tindakan pidana," ujarnya.

Puan juga menyoroti laporan polisi bahwa kegiatan pembinaan di rumah Bupati Langkat tersebut tidak memiliki izin meskipun sudah beroperasi selama 10 tahun.

Menurut dia, melakukan pembinaan dengan mengurung seseorang di dalam penjara bukan hal yang bisa dibenarkan sehingga kasus dugaan perbudakan oleh Bupati Langkat harus menjadi pelajaran untuk semua pihak.

"Perlu memahami bahwa niat baik yang melanggar ketentuan pada akhirnya justru melahirkan permasalahan besar. Maka, dalam setiap tindakan, semua pihak harus betul-betul memperhatikan mekanisme dan hukum yang berlaku," tutupnya. 

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel:

Video Pilihan