Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sinergi Kadin Tingkatkan UMKM Jawa Timur

Sinergi Kadin Tingkatkan UMKM Jawa Timur Kredit Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang stabil, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur berfokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan Kadin akan bersinergi baik dengan pemerintah daerah maupun provinsi, kota dan kabupaten. Selanjutnya bersinergi juga dengan perguruan tinggi dan media sosial. Sinergi tersebut akan berfokus pada program peningkatan sumber daya manusia.

Baca Juga: Sinergi Bank BPR Jatim untuk Kemajuan Jawa Timur

"Karena kami beranggapan bahwa semua sektor, baik itu sektor yang bersifat manufaktur maupun yang masih menengah, apalagi mikro. Ini sangat tergantung dengan sumber daya manusia," ujar Adik dalam Webinar Pemerintah Daerah dan Korporasi Bersinergi dalam Rangka Kebangkitan Ekonomi Jawa Timur, Rabu (26/1/2022).

Jika dilihat lebih dalam lagi, program ini akan lebih berfokus kepada UMKM, hal tersebut dilakukan karena 90 persen dari tenaga kerja di sektor informal berasal dari UMKM.

Untuk meningkatkan hal tersebut, Adik mengatakan Kadin mempunyai program yang disinergikan dengan pemerintah provinsi dan Bank Indonesia dan terkait dengan pendamping UMKM. 

"Apa program pendamping UMKM? Pertama kadin merasa perlu adanya standar untuk pendamping UMKM, karena pendamping ini harus mempunyai ilmu yang harus dimiliki oleh pendamping. Kami itu di KADIN, baik itu di KADIN sendiri maupun di temen-temen di pemerintahan provinsi, khususnya dinas-dinas yang mempunyai program terkait dengan UMKM," ujarnya.

Dengan begitu, jika semua tahapan sudah dijalani maka ia menargetkan selama 6 bulan omset dari UMKM harus sudah bertambah begitupun dengan karyawan.

"Per 6 bulan kita evaluasi, apa target yang sudah terpenuhi atau belum, kalau belum terpenuhi kita coba evaluasi metode kita atau cara kita ada yang salah, terus kita evaluasi dan itu yang kami lakukan selama ini. Jadi semua terukur," paparnya.

Setelah dilakukan pendampingan, Adik menjelaskan program selanjutnya adalah bagaimana mencari bahan baku produksi, quality control-nya,  pengemasannya, dan cara memasarkannya. 

"Ini semua harus dimiliki oleh pendamping dan pendamping ini juga harus memiliki kemampuan digital marketing. Jadi semua paket ini harus dimiliki oleh dimiliki oleh pendamping," jelasnya.

Setelah itu, Kadin mendapat dukungan dari Bank Indonesia, dengan membuat program Rumah Kurasi.

"Artinya ini juga sama terkait dengan kita semua, kita semua itu mempunyai kurator atau orang yang memeriksa produk-produk UMKM ini mempunyai semua," ujar Adik.

Setelah kurasi, akan ketemu tiga standar, pertama standar untuk ekspor dan ini termasuk legalitasnya. Kedua standar pasar modern. Ketiga yaitu standar pasar tradisional.

"Untuk pasar tradisional, oleh pendamping yang tadi sudah kita latih dan uji kompetensinya, tentunya ini kewajibannya untuk tetap mendampingi supaya naik kelas paling tidak jadi standar di pasar modern," tutupnya. 

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel:

Video Pilihan