Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Memanas! Komandan Tempur Ukraina Ngamuk, Rusia Mohon Siap-siap

Memanas! Komandan Tempur Ukraina Ngamuk, Rusia Mohon Siap-siap Kredit Foto: Sputnik/Alexander Vilf
Warta Ekonomi, Kiev, Ukraina -

Komandan tempur Ukraina Letnan Jenderal Alexander Pavlyuk tiba-tiba ngamuk. Warga Rusia jadi sasaran. Semua mohon siap-siap.

Banyak rakyat Ukraina yang menyimpan dendam kepada pasukan Rusia, setelah keluarga dan kerabatnya mati terbunuh dalam perang.

Baca Juga: Rusia Bilang Ukraina Jadi Mainan Amerika dan NATO, Ini Buktinya

Hal ini lah yang membuat Pavlyuk yakin jika pasukan Rusia takkan bisa bergerak masuk hingga ke jantung negara di Kiev.

"Kami memiliki sekitar setengah juta orang yang mengalami perang di negara ini. Di mana mereka kehilangan seseorang atau sesuatu," ujar Pavlyuk seperti dikutip dari The Times, Kamis (27/1/2022).

Saat ini, kekhawatiran pecahnya perang Rusia-Ukraina benar-benar sudah di puncak tertinggi. Banyak yang menyebut perang bakal pecah bulan depan.

Komandan tempur Ukraina, Letnan Jenderal Alexander Pavlyuk sampai terang-terangan membuka semua analisisnya.

Dia memperkirakan serangan pasukan Beruang Merah akan datang pada 20 Februari 2022.

Pavlyuk menjelaskan semua prediksinya dengan rinci. Datanya pun ada.

Alasannya ada dua. Yang pertama, Pavlyuk mensinyalir bahwa agresi akan dilakukan pada tanggal tersebut, karena di hari itu pula latihan militer gabungan Rusia dengan Belarus akan berakhir.

Meski demikian, Pavlyuk memastikan bahwa pasukannya juga sudah berada dalam status siaga penuh untuk menghadapi serangan masif ratusan ribu prajurit Rusia.

Tak hanya personel militer, Pavlyuk juga yakin jika rakyat Ukraina akan memberikan perlawanan jika Rusia berani masuk wilayahnya.

Lebih dari setengah juta rakyat Ukraina menjadi korban Perang Rusia-Ukraina, yang sudah terjadi sekak 2014 silam.

Yang kedua, 20 Februari 2022 merupakan penutupan Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing, China.

Pavlyuk mengira Presiden Rusia, Vladimir Putin, takkan mau memberi perintah melancarkan serangan kepada pasukannya.

Putin jelas tak mau merusak hubungan baiknya dengan China yang menjadi tuan rumah, dengan kabar pecahnya pertempuran di Ukraina. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan