Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

PT Internasional Green Energi Meraih GGL Certificate, Bukti Nyata Penerapan Bisnis Berkelanjutan

PT Internasional Green Energi Meraih GGL Certificate, Bukti Nyata Penerapan Bisnis Berkelanjutan Kredit Foto: PT Internasional Green Energi (IGE)
Warta Ekonomi, Jakarta -

Seiring implementasi bisnis berkelanjutan yang telah dilakukan dalam beberapa tahun belakangan, PT Internasional Green Energi (IGE), salah satu penyedia energi biomassa terbesar di Tanah Air telah berhasil meraih Green Gold Label (GGL) Certificate. Berkat diraihnya sertifikat GGL, produksi cangkang sawit dari IGE kini dipastikan berasal dari sumber-sumber yang berkelanjutan.

Direktur Utama IGE Dikki Akhmar menjelaskan dikantonginya sertifikat GGL juga kini makin membuka akses perusahaannya untuk melakukan ekspor produk biomassa ke sejumlah negara impor utama seperti Jepang, dan Uni Eropa yang selama ini banyak memberikan persyaratan yang cukup ketat untuk menerima produk biomassa.

“Dengan sertifikat GGL ini, kami sudah memenuhi standar ketentuan internasional mengenai perlunya sertifikasi keberlanjutan terhadap produk-produk yang dijual atau diekspor. IGE artinya sudah kredibel untuk melakukan ekspor ke negara-negara yang mewajibkan sertifikasi keberlanjutan tersebut,” ungkap Dikki, saat membuka Ceremonial on Successful Certified of GGL Standard for IGE, di Pullman Jakarta Central Park, Kamis (27/1).

Sertifikat GGL yang diterima oleh IGE diberikan oleh Control Union, badan sertifikasi yang berpusat di Zwolle, Belanda. Director of Control Union Jurriiaan Boer, dalam kesempatan serupa menjelaskan standardisasi GGL merupakan salah satu pionir skema sertifikasi berkelanjutan terhadap produk biomassa yang telah diakui dan diterapkan di seluruh dunia.

Baca Juga: Bank Mandiri dan Grup SUN Energy Teken MoU Green Financing dan Perluas Pemanfaatan Sistem PLTS Atap

“Sertifikat GGL akan berlaku selama lima tahun sejak diterbitkan, dan tiap tahunnya akan dilakukan audit kembali. Proses audit standardisasi GGL dilakukan meliputi keterlacakan (tracebility) kebun sawit asal pasokan cangkang, utilitas produsen energi, termasuk data energi dan karbon yang harus disediakan dalam seluruh sistem rantai pasok,” ungkap Jurriiaan.

Baca Juga: Satgas Pangan Pantau Stok-Harga Sembako di Pasar Kreneng Denpasar

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel: