Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Melonjak, Kemlu: Mudah Akses Fasilitas Kesehatan

WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Melonjak, Kemlu: Mudah Akses Fasilitas Kesehatan Petugas kesehatan menyiampak vaksin dosis ketiga atau booster COVID-19 sebelum disuntikkan kepada warga di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/1/2022). Presiden Joko Widodo mendorong masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi booster, dikarenakan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia tengah mengalami kenaikan akibat penyebaran varian Omicron. | Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mencatat lonjakan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif Covid-19 pada di luar negeri. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BNI) Kemlu Judha Nugraha mencatat, peningkatan terjadi dalam tiga bulan terakhir. 

Tercatat 8.349 WNI terinfeksi Covid-19 di luar negeri, mulai Desember 2021 hingga 3 Februari 2022. "Peningkatan pesat WNI yang terinfeksi Covid-19 di luar negeri terjadi pada November hingga Februari," terangnya dalam press briefing secara virtual, Kamis (3/2/2022)

Baca Juga: Covid-19 Tinggi Lagi, Begini Arahan Jokowi: Ada Pesan Khusus untuk Luhut-Airlangga

Ia melanjutkan, lonjakan kasus antara November ke Desember yakni 242 kasus. Sedangkan dari Desember ke Januari, kasus melonjak pesat sebanyak 1.082. Sedangkan Januari ke Februari kasus mencapai 974.

"Lonjakan pesat ini tentu menjadi perhatian kami, memberikan perlindungan dan pencegahan terahdap WNI di luar negeri agar lebih banyak yang tidak teripapar," ujarnya.

Dari data di luar negeri, jumlah kasus Covid-19 terbanyak terdapat pada WNI di Singapura berjumlah 831 kasus. Kemudian disusul Qatar dengan 809 kasus, Brunei Darussalam 648 kasus, Korea Selatan berjumlah 541 kasus, dan Inggris 422 kasus.

Dari total 8.379 kasus Covid-19 WNI di seluruh dunia, di antaranya 6.768 sembuh, 278 meninggal dunia, dan 1.333 berada dalam perawatan.

Ada pun langkah-langkah yang dilakukan perwakilan Pemerintah adalah memantau WNI yang terinfeksi Covid untuk mendapatkan akses fasilitas kesehatan di negara masing-masing. Memberikan bantuan logistik dan fasilitasi repatriasi.

Khusus untuk batuan logistik, kata Judha utamanya ditujukan bagi WNI yang terdampak kebijakan pembatasan mobilitas yang diterapkan pemerintah setempat di beberapa negara. Ada juga WNI yang berstatus undocumented dan juga pekerja harian lepas yang mengandalkan penghasilannya dari gaji harian.

"Perwakilan RI ada  pemberian bantuan logistik bagi WNI yang dikelompokkan rentan tersebut," kata Judha.

"Hingga kini dalam pengamatan Kemlu, WNI yang terinfeksi Covid di luar negeri mendapat kemudahan mendapatkan akses fasilitas kesehatan di RS setempat," tandas diplomat yang pernah bertugas di Malaysia.

Tak hanya itu, perwakilan RI juga menyediakan fitur khusus Covid-19 di portal peduli WNI. Ini bakal memudahkan WNI mendapatkan informasi terkini dan termutakhir mengenai situasi kondisi negara sempat. Termasuk kebijakan di negara setempat terkait dengan penanganan Covid-19. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel: