Teka-teki perusahaan penggarap proyek sirkuit Formula E sudah terjawab. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengumumkan, pemenang proyek tersebut adalah PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama. Mendengar kabar ini, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang selama ini doyan nyerang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, semakin suuzon alias buruk sangka. Anak buah Giring Ganesha itu menuding, proses tender tersebut tidak transparan.
Jakpro mengabarkan pemenang tender pembangunan sirkuit Formula E Jakarta, di Ancol, Jakarta Utara, sejak Jumat (4/2). Namun, nama pemenang tender baru diumumkan ke publik, Sabtu (5/2) oleh Vice Managing Director Organizing Committee (OC) Jakarta E-Prix 2022 Gunung Kartiko.
Sebelumnya, tender ini sempat terkendala karena tidak ada yang daftar. Padahal, gelaran Formula E Jakarta sudah sangat mepet. Balapan mobil listrik itu, akan digelar 4 Juni 2022. Pada 25 Januari 2022, Jakpro mengumumkan pelaksanaan tender ulang.
Baca Juga: Anies Baswedan Sukses Ciptakan Mahakarya, Jadi Modal Pilpres 2024
Kartiko tidak menjelaskan berapa jumlah peserta yang mengikuti tender tersebut. Dia hanya mengatakan, penentuan pemenang dilakukan berdasarkan berbagai kriteria penilaian melalui evaluasi dan klarifikasi.
Proses evaluasi dan klarifikasi dilaksanakan tim konsultan pelaksana, tim adhoc procurement perseroan, dan tim Formula E. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama dianggap berpengalaman membangun infrastruktur, seperti jalan layang dan tol.
“Mereka memiliki banyak peralatan yang mumpuni dan tenaga ahli yang telah bertahun-tahun berkecimpung di bidang konstruksi," ucapnya.
Kartiko mengklaim, proses tender telah melalui beberapa tahapan seleksi pengadaan yang terbuka dan transparan. Proses tender ulang dilakukan selama 7 hari, termasuk proses klarifikasi ulang dan proses lainnya.
Direktur Utama JakPro, Widi Amanasto memastikan, jadwal pelaksanaan Formula E, 4 Juni mendatang, tidak akan terhambat. Sebab, pembangunan sirkuit di kawasan Ancol akan dimulai bulan ini, dan ditargetkan rampung pada April 2022.
Apakah penjelasan JakPro soal tender ini bisa diterima? Juru bicara PSI, Sigit Widodo tidak percaya dengan klaim Jakpro bahwa tender sudah dilakukan secara transparan. Dia mengaku rutin mengecek situs eproc.jakarta-propertindo.com yang memuat proses lelang proyek JakPro, termasuk sirkuit Formula E. Namun, dalam situs hanya ada informasi mengenai gagal tender saja.
"Secara berkala, saya rutin liatin eproc-nya JakPro, tapi tidak ada di situ. Saya lihat tidak ada sama sekali. Ini tendernya di mana, nih? Karena saya liat eproc-nya, jeda antara 25 Januari sampai 5 Februari nggak ada. Tiba-tiba muncul dan diumumkan juga ada pemenangnya," ucap Sigit, curiga, kemarin.
Sigit menyatakan, tak menuding pemenang tender itu merupakan penunjukan langsung. Namun, dia meminta JakPro transparan mengenai proses lelangnya. "Saya pertanyakan transparansinya. Kalau terjadi, tendernya tidak dilakukan di website itu, misal JakPro ada website lain, mohon dibuka aja," ujarnya.
Sigit juga menyoroti proses lelang tender ulang yang dilakukan dalam waktu singkat. Alhasil, pemenang tender tetap datang dari perusahaan yang sahamnya dimiliki Pemprov DKI Jakarta juga. "Akhirnya, yang menang orang yang punya informasi dari ring 1 JakPro. Akhirnya yang menang kan 'Jaya' juga. Artinya, internal perusahaan Pemprov DKI. Itu sangat disayangkan," ucapnya.
Kecurigaan serupa disampaikan kader PSI yang duduk di Kebon Sirih, Anggara Wicitra Sastroamidjojo. "Kalau memang Formula E mau jalan, ya harus dimulai dari pemilihan pemenang tender pembangunan infrastruktur yang benar," kata Anggara, melalui keterangan tertulis, kemarin.
Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta ini menduga, pemilihan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, karena waktu pelaksanaan balapan Formula E sudah sangat mepet. Dia menuding Gubernur Anies pusing dengan jadwal itu.
“Kami tahu apa yang Pak Anies rasakan. Pasti pusing kalau ini tidak bisa tereksekusi. Ada baiknya beliau cek langsung, dan monitor setiap harinya. Jangan sampai mengecewakan. Kami bisa rasakan stresnya Gubernur Anies," ucapnya.
Di dunia maya, pengumuman pemenang tender Formula E ditanggapi beragam. Ada yang sependapat dengan Giring Cs, ada juga yang menuding PSI terlalu suuzon.
Akun @kangngabei sependapat dengan kritikan PSI. "Beneran ditender neh? Yang dapat grupnya sendiri. Buat selametin muka ya min?" kata @kangngabei.
Akun @g_gjw menyatakan hal serupa. "Jaya Konstruksi bukannya anak perusahaan Pembangunan Jaya yang notabene milik sahamnya Pemprov DKI. Mulai tercium kejanggalan dalam pembangunan," ungkapnya.
Sementara, akun @Ardiesuhardi1 justru mengkritik PSI yang selalu ngubek-ngubek masalah Jakarta. "PSI lagi. Dari interpelasi, terus kecebur, sampai sudah mau pindah ke IKN masih saja nggak berubah. Cuma mau numpang tenar di Pak Anies aja. Basi," cuitnya.
"Emang bisanya cuma bikin gaduh. Gagal gaduh, ada pemenang juga gaduh. Hadeh," sambung @raetse.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Rosmayanti