Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Menelusuri Sisa Kekayaan Elizabeth Holmes, Mantan Miliarder yang Tipu Investor Besar

Menelusuri Sisa Kekayaan Elizabeth Holmes, Mantan Miliarder yang Tipu Investor Besar Kredit Foto: CNBC.com
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan miliarder Elizabeth Holmes telah ditetapkan bersalah sebagai seorang penipu. Setelah perusahaannya, Theranos menutup operasinya, orang-orang penasaran apa yang terjadi dengan kekayaan bersih Elizabeth Holmes.

Mantan CEO dan pendiri perusahaan teknologi kesehatan Silicon Valley ini pernah menjadi wanita miliarder termuda di dunia. Tapi sekarang, kekayaan bersih Elizabeth Holmes sudah sangat berbeda.

Kisahnya dimulai saat Holmes memasuki SMA. Ia memiliki kebiasaan begadang untuk belajar. Kemudian, dia segera naik ke puncak kelasnya dan bahkan meluncurkan bisnisnya sendiri, menjual kompiler C++ (perangkat lunak yang menafsirkan kode komputer) ke sekolah-sekolah China. Holmes mulai mengambil kursus bahasa Mandarin di sekolah menengah dan meyakinkan Universitas Stanford untuk menerimanya dalam program musim panas mereka, yang berakhir dengan perjalanan ke Beijing.

Baca Juga: Miliarder Rusia Alisher Usmanov Kena Sanksi Uni Eropa, Begini Nasib Kapal Pesiar Mewahnya!

Melansir Style Caster di Jakarta, Senin (7/3/22) saat-sata itulah Holmes memutuskan dia ingin mengejar kedokteran seperti kakek buyutnya, seorang ahli bedah. Namun, dia segera menyadari bahwa dia takut jarum.

Holmes mengungkapkan bahwa inilah yang menginspirasinya untuk meluncurkan perusahaannya, Theranos, yang berusaha merevolusi pengujian darah dengan teknologi yang konon hanya membutuhkan tusukan jari untuk mendeteksi kondisi medis dari kanker hingga kolesterol tinggi.

Setelah program musim panasnya di Stanford, Holmes memutuskan untuk mendaftar di universitas tersebut dengan jurusan teknik kimia. Dia menghabiskan musim panas setelah tahun pertamanya magang di Genome Institute di Singapura, di mana dia menguji sampel darah untuk SARS-CoV-1.

Halaman:

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Bagikan Artikel:

Video Pilihan