Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Butuh Banyak Dokter, Kemendikbudristek Dukung Pendirian Fakultas Kedokteran di Wilayah Perbatasan

Butuh Banyak Dokter, Kemendikbudristek Dukung Pendirian Fakultas Kedokteran di Wilayah Perbatasan Kredit Foto: Instagram/Nadiem Makarim
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam kunjungan kerjanya ke Tarakan, Kalimantan Utara, pada Rabu (9/3/2022), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mendukung penuh pembangunan Fakultas Kedokteran di Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Menteri Nadiem mengatakan, pembangunan Fakultas Kedokteran akan diprioritaskan untuk daerah yang membutuhkan lebih banyak tenaga kesehatan seperti wilayah perbatasan.

Baca Juga: Kemendikbudristek Ajak Perempuan Indonesia untuk #BeraniBantuBeraniBicara 

"Model kolaborasi pembangunan Fakultas Kedokteran di UBT bisa menjadi contoh baik bagi perguruan tinggi lainnya. Tidak hanya bermitra dengan rumah sakit, tapi juga dengan Fakultas Kedokteran lain di Indonesia," kata Menteri Nadiem dalam keterangannya Rabu (9/3/2022).

Untuk diketahui, dalam membangun Fakultas Kedokteran, UBT bermitra dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). "Ini model baru. Kalau mau lebih banyak Fakultas Kesehatan, kemitraan seperti ini harus ditingkatkan," jelas Menteri Nadiem. 

Peran Penting Fakultas Kesehatan bagi Perbatasan

Lebih jauh, Menteri Nadiem menekankan, profesi dokter sangat penting dalam rangka menyiapkan masa depan sumber daya manusia Indonesia. Dia menambahkan, dokter bukan profesi main-main. Untuk itu, ada tahapan dan uji kompetensi ketat untuk menyiapkan profesi tersebut.

Mendikbudristek menilai, Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak dokter, distribusi yang benar, dan kualitas yang terjaga. "Guru dan dokter sama pentingnya untuk masa depan SDM Indonesia, jadi harus dijaga baik kuantitas dan kualitas," ujar Menteri Nadiem.

Untuk itu, Kemendikbudristek akan terus memperkuat kerja sama terutama dengan Kementerian Kesehatan untuk menjawab hal-hal tersebut. "Kami mendorong dan siapkan bersama kuantitas dan kualitas SDM kedokteran dan tenaga kesehatan di Indonesia, khususnya di daerah 3T," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UBT Adri Patton, mengatakan, Kalimantan Utara saat ini masih membutuhkan banyak dokter untuk bertugas di setiap kabupaten dan kota. Untuk itu, Rektor Adri berharap percepatan pembangunan Fakultas Kedokteran bisa terlaksana dengan baik.

"Kami harapkan ini benar-benar terwujud. Kami sudah siapkan semuanya dan mengapresiasi dukungan dari Kemendikbudristek," ucap Rektor Adri.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengatakan, pembangunan Fakultas Kedokteran sudah diimpikan sejak lama. Koordinasi dengan kementerian diharapkan bisa mempercepat proses pembangunannya.

"Kami apresiasi atas terwujudnya Fakultas Kedokteran di kampus ini. Terima kasih atas percepatan pembangunannya, berkat kerja sama baik yang dilakukan di tingkat provinsi, walikota, seluruh bupati, kemudian rektor, dan disambut baik oleh Mendikbudristek," ucapnya.

Baca Juga: UMP Jateng Rp1,9 Juta, Ganjar Pranowo Disentil: Buruh dan Rakyat Jateng Aja Tak Sejahtera, Gimana Mau jadi Presiden!

Penulis: Rena Laila Wuri
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: