Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sistem Pertahanan Ditingkatkan, Inggris Siap Kirim Rudal Sky Sabre ke Polandia

Sistem Pertahanan Ditingkatkan, Inggris Siap Kirim Rudal Sky Sabre ke Polandia Kredit Foto: Unsplash/Chris Lawton
Warta Ekonomi, London -

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan Inggris akan mengerahkan sistem pertahanan rudal Sky Sabre ke Polandia. Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) meningkatkan keamanan di bagian timur perbatasannya di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

"Kami akan mengerahkan sistem pertahanan anti-rudal jarak menengah Sky Sabre ke Polandia bersama 100 personel untuk memastikan kami bersama Polandia, melindungi ruang udaranya dari setiap agresi Rusia," kata Wallace dalam konferensi pers di Warsawa, Kamis (17/3/2022).

Baca Juga: Amerika Segera Bangun Sistem Penangkal Rudal di Irak, tapi Masih Ketar-ketir dengan Nuklir Iran

Sementara gempuran Rusia di Kyiv dan Mariupol dilaporkan semakin gencar. Pada Rabu (16/3) kemarin The Raw Story melaporkan pasukan Rusia diduga menyerang gedung teater Mariupol yang digunakan sebagai tempat tinggal sementara ratusan warga spol.

Dewan Kota Mariupol mengatakan pesawat tempur Rusia menjatuhkan bom di gedung tempat ratusan warga Mariupol yang damai tinggal. Mereka menuduh pasukan Rusia dengan sengaja dan klinis menghancurkan Drama Theater di pusat Mariupol.

Foto-foto dan rekaman video menunjukkan gedung teater itu hancur sepenuhnya. Belum diketahui apakah ada dan berapa jumlah korban tewas dalam serangan tersebut.

"Kami tidak tahu apakah ada yang selamat, tempat perlindungan bom juga ditutupi reruntuhan, ada orang dewasa dan anak-anak di sana," kata seorang saksi mata seperti dikutip the Guardian.

"Masih belum memungkinkan mengestimasi skala keburukan dan tindakan tidak manusiawi, baru diketahui setelah pengeboman, bagian pusat Drama Theater juga hancur dan pintu tempat perlindungan bom di gedung itu juga hancur," tulis dewan kota di aplikasi kirim pesan Telegram.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan