Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Omongan Anis Matta Soal Isu Penundaan Pemilu 2024 Menggelegar: Tidak Menarik, Tapi...

Omongan Anis Matta Soal Isu Penundaan Pemilu 2024 Menggelegar: Tidak Menarik, Tapi... Kredit Foto: Twitter/Anis Matta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, mengaku tidak tertarik dengan isu penundaan Pemilu 2024 yang digulirkan sejumlah ketum partai politik hingga Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Ia menilai tidak ada alasan sama sekali untuk melakukan penundaan pemilu.

"Kita saya secara pribadi tidak tertarik dengan isu tunda pemilu ini. Karena saya melihat tidak ada alasan sama sekali untuk melakukannya. Dari hampir semua perspektif," kata Anis dalam diskusi GeloraTalks bertajuk 'Heboh Gunjang-Ganjing Tunda Pemilu", Rabu (23/3/2022).

Baca Juga: Elite Terus Gulirkan Isu Penundaan Pemilu, Perludem Tegas: Bahaya, Harus Ditolak!

Anis mengatakan, sejak awal isu tersebut digaungkan tidak ada alasan atau logika yang menarik yang dipakai.

"Dari awal kita tidak melihat isu ini sebagai isu yang menarik karena logika yang diangkat dibalik wacana penundaan pemilu ini memang sama sekali tak menarik," ungkapnya.

Untuk itu, Anis mengatakan Gelora sebagai partai enggan terburu-buru mengambil sikap ketika isu penundaan pemilu digulirkan.

Kendati begitu, Anis mengaku masih akan tetap mengikuti perkembangan isu penundaan pemilu.

"Kita tetap perlu mendengarkan wacana ini secara lebih detil karena walaupun kita partai Gelora menolaknya tetap kita tetap memantau perkembangannya secara terus menerus," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengusulkan Pemilu 2024 diundur selama satu atau dua tahun. Momentum perbaikan ekonomi dianggap tak boleh terganggu dengan adanya Pemilu.

"Saya mengusulkan pemilu 2024 ditunda satu atau dua tahun," kata Cak Imin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2022).

Menurutnya, momentum perbaikan ekonomi yang sudah mulai berjalan pasca dua tahun dihajar pandemi covid tidak boleh menjadi terhenti atau membeku.

"Ditunda satu atau dua tahun agar momentum perbaikan ekonomi ini tidak hilang dan kemudian tidak terjadi Freeze untuk mengganti stagnasi selama 2 tahun masa pandemi," tuturnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel:

Video Pilihan