Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Manuver Presiden Rusia Vladimir Putin Cerdas, Sukses Bikin Barat Ketar-Ketir!

Manuver Presiden Rusia Vladimir Putin Cerdas, Sukses Bikin Barat Ketar-Ketir! Kredit Foto: Reuters/Sputnik/Mikhail Klimentyev
Warta Ekonomi, Moskow -

Manuver Presiden Rusia Vladimir Putin sungguh cerdas! Dia melontarkan pukulan keras melalui kebijakan baru yang bikin Eropa seketika ketar-ketir.

Bicara pada Rabu (23/3/2022), pemimpin Rusia itu mengatakan bahwa pihaknya hanya  akan menerima pembayaran dalam mata uang rubel untuk pengiriman gas ke "negara-negara yang tidak bersahabat".

Baca Juga: Pentolan NATO Bilang Kemenangan Mustahil Diraih Rusia karena...

Negara-negara tersebut mencakup anggota Uni Eropa (UE) seperti Prancis, Jerman, dan lain-lain.

"Saya telah memutuskan untuk menerapkan serangkaian tindakan untuk mentransfer pembayaran pasokan gas kami ke negara-negara yang tidak bersahabat ke dalam rubel Rusia," kata Putin dalam pertemuan pemerintah yang disiarkan televisi.

Manuver terbaru Putin itu untuk menahan anjloknya nilai rubel sebagai akibat sanksi yang diterapkan barat kepada Rusia, sebagai tanggapan atas invasi ke Ukraina.

Segera setelah pengumuman itu, rubel pun menunjukkan penguatan terhadap dolar dan euro, sementara harga gas naik.

Putin menambahkan bahwa Rusia akan terus memasok volume gas yang digariskan dalam kontraknya.

Presiden Rusia itu juga memerintahkan bank sentral Rusia untuk menerapkan sistem pembayaran baru dalam waktu seminggu, dengan mengatakan itu harus "transparan" dan akan melibatkan pembelian rubel di pasar domestik Rusia.

Putin juga mengisyaratkan bahwa ekspor Rusia lainnya mungkin terpengaruh.

Juga pada Rabu, badan antariksa Rusia Roscosmos mengumumkan juga akan bersikeras bahwa mitra internasionalnya harus membayar dalam rubel.

"Kami juga akan menyimpulkan semua perjanjian eksternal kami dalam rubel," kata kepala Roscosmos Dmitry Rogozin seperti dikutip oleh kantor berita resmi TASS.

"Jelas bahwa pengiriman barang-barang kami ke Uni Eropa, Amerika Serikat dan menerima dolar, euro, mata uang lainnya tidak lagi masuk akal bagi kami," kata Putin.

Ukraina dengan cepat mengecam "perang ekonomi" Rusia terhadap UE dan upayanya untuk "memperkuat rubel".

"Tetapi Barat dapat memukul Rusia dengan embargo minyak yang akan menyebabkan ekonomi Rusia jatuh," kata penasihat presiden Ukraina Andriy Yermak di Telegram.

Yermark menambahkan bahwa saat ini  merupakan pertempuran ekonomi utama, dan Barat harus secara kolektif memenangkannya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan