Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Upaya Bappenas untuk Mengintegrasikan Data Bersama Kementerian Investasi

Upaya Bappenas untuk Mengintegrasikan Data Bersama Kementerian Investasi Kredit Foto: Bappenas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyatakan bahwa, sejak tahun 2017 hingga 2021 kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tak sampai 20 persen.

Pada 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi sektor manufaktur hanya 19,25 persen terhadap PDB. Untuk itu, Suharso menilai kontribusi industri manufaktur cukup signifikan terhadap PDB. Apalagi yang telah diketahui, investasi untuk sektor manufaktur akan terus tumbuh.

"Selama ini ternyata kontribusi industri manufaktur kita pertumbuhannya flat. Dan kemudian kontribusinya mandek, sangat mengalami stagnasi. Padahal kita melakukan investasi sampai di tingkat hilirisasi yang luar biasa," ujar Suharso dalam konferensi pers di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Kamis (31/3/2022).

Baca Juga: Bappenas: Penguatan Literasi Meningkatkan Kemampuan untuk Kesejahteraan

Untuk itu, Suharso mengatakan bahwa, saat ini ia sedang berupaya untuk terus memperbaiki hal-hal yang terkait dengan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB. Pertama-tama, Suharso akan mulai dengan penyelarasan data yang ada. 

Hal ini dikarenakan data-data yang tersedia saat ini dari satu kementerian ke kementerian lain banyak yang berbeda, maka dari itu Suharso akan terus berupaya untuk memperbaiki hal tersebut.

"Pasti ada sesuatu yang missing link. Mudah-mudahan itu benar. Jadi angka misalnya 30 persen, benar. Tetapi di dalam 30 persen itu apa isinya? Siapa tahu yang untuk mendorong industri manufaktur itu lebih besar," ujar Suharso.

Untuk membedah data kontribusi sektor manufaktur, diperlukan adanya data real terkait investasi di sektor tersebut. Saat ini, data realisasi investasi sektor manufaktur ada di BKPM.

Baca Juga: Kemitraan antara PMA dan UMKM diperkuat melalui Peraturan Menteri Investasi / Kepala BKPM

Oleh karena itu, Bappenas dan BKPM melakukan kerja sama integrasi data, khususnya data terkait investasi di Indonesia.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia juga ikut mengomentari, kerja sama integrasi data ini juga menyasar investasi di sektor-sektor strategis lainnya.

"Hari ini kami dari kementerian Investasi, bersama dengan Kementerian PPN/Bappenas melakukan penandatanganan MoU di mana salah satu poin yang kami sepakati adalah pertukaran data khususnya untuk investasi, kemudian kolaborasi investasi kita di sektor-sektor strategis, khususnya kepada hilirisasi," imbuh Bahlil.

Baca Juga: Nah Lho, Jokowi Sebut Prabowo Punya Rambut Putih Sesuai Kriteria, Anak Buah AHY: Hehe Diralat Sendiri Omongannya

Penulis: Martyasari Rizky
Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: